Lompat ke Konten Utama

Tantangan Aksesibilitas Investor Tunanetra dan Menghindari Jebakan Investasi Bodong

Seorang pria berkacamata dan headphone oranye sedang berbicara di mikrofon, memegang cangkir putih, dengan latar dinding dan tirai hijau.
Seorang pria berkacamata dan headphone oranye sedang berbicara di mikrofon, memegang cangkir putih, dengan latar dinding dan tirai hijau.
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
3 menit baca
Jumlah pembaca
1 kali dibaca
WhatsApp X
Unduh Artikel PDF

Kartunet - Investasi di pasar modal kini semakin diminati oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas netra. Di balik peluang keuntungan finansial yang menjanjikan, terdapat dua tantangan utama yang sering dihadapi oleh tunanetra yang ingin terjun ke dunia saham: kerentanan terhadap penipuan akibat rendahnya literasi finansial, serta kebingungan mengenai aksesibilitas teknis dalam bertransaksi secara mandiri.

Literasi Finansial: Waspada Jebakan Investasi Bodong

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tingkat literasi finansial, khususnya mengenai pasar modal, di kalangan penyandang tunanetra masih perlu ditingkatkan. Menurut praktisi saham tunanetra, Yulianto, hanya sekitar 20% penyandang disabilitas netra yang benar-benar memahami mekanisme pasar saham, sementara 80% sisanya masih sebatas ikut-ikutan (FOMO) atau sekadar coba-coba.

Kondisi coba-coba dan ikut-ikutan inilah yang sangat berbahaya dan sering berujung pada kerugian. Banyak pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan ketidaktahuan ini dengan menawarkan titip dana pada investasi bodong atau robot trading. Skema penipuannya sering kali memberikan iming-iming imbal hasil (return) pasti yang tidak masuk akal, seperti 10% hingga 30% per bulan tanpa risiko. Oleh karena itu, edukasi literasi yang paling mendasar bagi pemula adalah jangan langsung tergiur oleh janji keuntungan, melainkan harus mempelajari dan siap menanggung risiko kerugian terlebih dahulu.

Aksesibilitas Teknis: Bagaimana Tunanetra Bermain Saham?

Banyak masyarakat awam yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang tunanetra yang tidak bisa melihat layar dapat membeli saham dan memantau pergerakan pasar? Pada tahun 2014, aksesibilitas investasi memang masih sangat minim, di mana seorang investor tunanetra harus datang langsung ke kantor sekuritas untuk melakukan transaksi jual beli.

Namun, di era digital saat ini, prosesnya sudah jauh lebih simpel dan aksesibel. Penyandang tunanetra dapat sepenuhnya bertransaksi secara mandiri menggunakan smartphone atau laptop yang dilengkapi dengan aplikasi pembaca layar (screen reader). Di Indonesia sendiri, sudah banyak aplikasi dari perusahaan sekuritas yang terbukti cukup aksesibel dan ramah bagi pengguna pembaca layar, beberapa contohnya adalah aplikasi dari Stockbit Digital Sekuritas dan Ajaib Sekuritas.

Selain aksesibilitas untuk bertransaksi, tantangan lain adalah melakukan analisis, mengingat aplikasi sekuritas umumnya menyajikan pergerakan harga dalam bentuk grafik visual (chart). Untuk menyiasati hal ini, tunanetra dapat melakukan analisis mandiri tanpa menggunakan grafik visual. Yulianto, misalnya, melakukan riset teknikal dan merancang tools perhitungannya sendiri yang dinamakan "bomba investment". Tools yang dapat dibaca oleh screen reader ini membantunya mendeteksi pergerakan "bandar" (akumulasi dan distribusi pasar), sehingga ia bisa menganalisis pasar murni berdasarkan logika angka dan hukum dagang, tanpa harus bergantung pada pandangan visual.

Kesimpulan

Penyandang disabilitas netra sangat mampu untuk sukses dan mandiri di pasar modal. Kuncinya terletak pada penguasaan literasi finansial untuk menghindari jebakan investasi instan, serta kemauan untuk memaksimalkan teknologi aksesibilitas seperti aplikasi pembaca layar. Dengan bekal yang tepat, keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih kebebasan finansial.


Referensi:

  • "Cuan Itu Simpel, Yang Rumit Itu Kamu!" - Rahasia Sukses Tunanetra di Dunia Saham | Media Pertuni (YouTube).

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik investasi dan disabilitas netra.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.