Lompat ke Konten Utama

Seorang Di Tepi Jalan

Penulis
dhju
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
4 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Tag: puisi

Unduh Artikel PDF

Seorang di tepi jalan tersenyum padaku pagi ini
Sapa hangatnya cairkan suasana hari
Kaca mata hitam dan tongkat kayunya usik benak hati
Percakapan otak pun kembali beraksi

 

Tak pernahkan ia mengeluh?
Tak pedulikah ia akan setiap riuh?
Tak malukah ia ketika jatuh?
Tak adakah ia merasa dunia jauh?

 

Bukan alasan tak bisa melihat, tak bisa merasa
Hati bicara habis perkara
Betapa murni ketika elok rupa tak lagi jadi patok utama
Betapa indah ketika hati menjadi penentu segala

 

Tak bosankah ia hidup dengan hanya satu warna?
Tak sedihkah ia ketika orang panggil dia tidak dengan nama?
Tak inginkah ia melihat dunia?
Tak inginkah ia melihat dirinya?

 

Tak bisa beda gelap terang
Hanya rasa sedih senang
Kau bilang Tuhan tak pernah memberi kurang
Terimakasih pada-Nya terucap malam ke siang

 

Dia tersenyum lagi
Dia bilang selamat pagi
Selamat menjalani hari
Sampai jumpa kemudian nanti

Tentang Penulis

dhju

Bio penulis belum tersedia.

Reaksi Artikel

Bagikan respon Anda setelah membaca artikel ini.

Mari Terhubung!

Dapatkan info aksesibilitas dan diskusi hangat di kanal komunitas kami.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Suka artikelnya?

Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.

WhatsApp X

Artikel terpopuler berdasarkan jumlah pembaca dan reaksi positif komunitas.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.