Skip to Main Content

Seorang Di Tepi Jalan

Author
dhju
Published date
Estimated reading time
1 min read
Views count
5 kali dibaca
WhatsApp X

Category: KARFIKSI

Download Article PDF

Seorang di tepi jalan tersenyum padaku pagi ini
Sapa hangatnya cairkan suasana hari
Kaca mata hitam dan tongkat kayunya usik benak hati
Percakapan otak pun kembali beraksi

Tak pernahkan ia mengeluh?
Tak pedulikah ia akan setiap riuh?
Tak malukah ia ketika jatuh?
Tak adakah ia merasa dunia jauh?

Bukan alasan tak bisa melihat, tak bisa merasa
Hati bicara habis perkara
Betapa murni ketika elok rupa tak lagi jadi patok utama
Betapa indah ketika hati menjadi penentu segala

Tak bosankah ia hidup dengan hanya satu warna?
Tak sedihkah ia ketika orang panggil dia tidak dengan nama?
Tak inginkah ia melihat dunia?
Tak inginkah ia melihat dirinya?

Tak bisa beda gelap terang
Hanya rasa sedih senang
Kau bilang Tuhan tak pernah memberi kurang
Terimakasih pada-Nya terucap malam ke siang

Dia tersenyum lagi
Dia bilang selamat pagi
Selamat menjalani hari
Sampai jumpa kemudian nanti

Browse other interesting articles in the topics of puisi.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! Submit your writing via email to redaksi@kartunet.com. You can read the complete guidelines on the Writing Guide page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.