JAKARTA, KARTUNET.com — Kartunet kembali menghadirkan terobosan baru dalam pemanfaatan teknologi informasi yang ramah disabilitas. Asisten virtual andalan Kartunet, Avika, kini resmi bertransformasi menjadi Avika 2.0. Didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) terkini, Avika tidak lagi sekadar bot menu kaku, melainkan asisten yang interaktif, empatik, dan sepenuhnya dirancang untuk mempermudah akses informasi bagi penyandang disabilitas di Indonesia dan mancanegara.
Pembaruan ini mengintegrasikan teknologi pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing) melalui platform AI modern Cloudflare dan Google Gemini. Dengan integrasi ini, pengguna WhatsApp dapat mengobrol dengan Avika layaknya berkirim pesan dengan manusia biasa, baik dalam Bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing.
Dari Sistem Kaku Menjadi Percakapan yang Alami dan Empatik
Sebelum pembaruan ini, Avika beroperasi menggunakan basis perintah angka konvensional. Kini, pengguna dapat mengajukan pertanyaan bebas seputar disabilitas, regulasi inklusi, panduan menulis, hingga mencari produk lokal buatan penyandang disabilitas secara alami.
Sebagai contoh, jika seorang pengguna menyapa dengan bahasa daerah seperti "Piye kabare?" atau bahasa asing seperti "Konbanwa" dan "Hello", Avika akan membalas dengan kehangatan khasnya sesuai bahasa yang digunakan pengguna tersebut. Sistem cerdas Avika juga langsung memetakan apakah pesan pengguna bersifat basa-basi sosial atau merupakan pertanyaan faktual yang memerlukan rujukan akurat dari basis data Kartunet.
"Kehadiran Avika dengan kecerdasan buatan ini adalah langkah besar bagi Kartunet untuk menghapus sekat komunikasi. Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih secara algoritma, tetapi juga ramah, solutif, dan yang paling penting: mudah diakses oleh teman-teman netra yang menggunakan aplikasi pembaca layar (screen reader). Avika kini bukan sekadar asisten virtual, melainkan jembatan inklusif yang hidup dan siap menemani siapa saja, kapan saja."
Fitur Unggulan Avika 2.0 Berbasis AI
- Pencarian Informasi Real-Time (FAQ Edge): Avika terhubung langsung dengan basis data artikel dan glosarium Kartunet. Setiap jawaban faktual akan disertai dengan tautan rujukan resmi yang sah untuk menjaga keakuratan informasi dan mencegah halusinasi data oleh AI.
- Alur Usulan Topik Berbasis Persetujuan (Consent Flow): Jika pengguna menanyakan informasi yang belum tersedia di situs Kartunet, Avika tidak akan mengabaikannya. AI akan meminta persetujuan pengguna untuk merangkum topik tersebut dan mengirimkannya ke tim redaksi Kartunet via Telegram sebagai usulan bahan artikel berikutnya.
- Lapak Inklusif & Deskripsi Gambar Otomatis (AI Alt Text): Penyandang disabilitas pelaku UMKM kini dapat mendaftarkan usaha mereka melalui menu Lapak Inklusif. Menariknya, saat mengunggah foto produk baru, AI Avika akan menganalisis gambar secara otomatis untuk menghasilkan deskripsi teks alternatif (Alt Text) sehingga katalog produk tersebut ramah bagi pembaca layar tunanetra.
- Deteksi Lokasi Internasional: Sistem pendaftaran kini mampu mengenali dan memetakan wilayah pengguna secara otomatis, baik domestik (provinsi & kota di Indonesia) maupun pengguna internasional dari luar negeri.
- Desain Antarmuka yang Sangat Aksesibel: Berdasarkan umpan balik dari pengguna tunanetra, seluruh alur pengisian formulir (wizard) dirancang ulang agar ramah pembaca layar. AI kini menghindari penggunaan tanda baca ganda yang membingungkan dan memberikan opsi instruksi melalui pengetikan kata seperti "LEWATI" atau "BATAL" selain tanda strip (-).
Mendukung Gerakan Inklusi Melalui Inovasi Digital
Dengan hadirnya Avika versi terbaru ini, Kartunet berharap dapat memberikan akses informasi yang setara dan memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui ekosistem Lapak Inklusif yang lebih mudah dikelola.
Avika 2.0 kini sudah aktif dan dapat diakses langsung oleh masyarakat luas melalui nomor WhatsApp resmi Kartunet di +6285591169006 atau tautan kartunet.com/avika. Pengguna cukup mengirimkan pesan sapaan seperti "Halo" atau mengajukan pertanyaan langsung untuk mulai merasakan pengalaman berkomunikasi dengan asisten virtual masa depan yang inklusif.

