Lompat ke Konten Utama

KAKANKEMENAG: KITA TIDAK MAU PENDIDIKAN NASIONAL TERTINGGAL

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
6 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Isu Disabilitas

Unduh Artikel PDF

[caption id="attachment_10153" align="alignnone" width="300"] Kepala Kemenag Barito Timur H.Abdul Rahman[/caption] Tamiang Layang -Pendidikan dimadrasah diharapkan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tetapi juga mampu melahirkan warganegara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengubah cara berfikir, sikap hidup, dan perilaku berkarya individu maupun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan sosial yang diperlukan serta mendorong perubahan ke arah kemajuan. Kakankemenag Barito Timur menyebutkan, orientasi pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek penguasaan nilai-nilai pengetahuan, tetapi juga berperan aktif mempersiapkan pribadi peserta didik sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. "agar kita tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain maka Pendidikan nasional Indonesia perlu dikembangkan searah dengan perubahan pendidikan ke masa depan," jelas Kakankemenag. Untuk itu, melalui fungsi strategis kurikulum 2013, para guru mengembangkan kemampuan supaya watak dan potensi peserta didik menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Setiawan)

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik pendidikan dan madrasah.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.