Saya mencoba menjawab dan menyampaikan melalui ini, banyak sekali pemahaman yang kurang tepat dan meremehkan sarjana Psikologi atau lulusan S1 dan Psikolog lain yang mengambil ranah bidang perusahaan.
Bukannya takut atau hendak merendahkan, hanya saja, ini menurut pengalaman saya dan apa yang didengar dari anonim-anonim terutama yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Dari pengalaman saya sendiri, yang dipaksa untuk membeli alat tes dengan perkataan "Kan kamu sudah kami bayar", padahal saya sudah mengatakan "Bapak/Ibu harus bicara langsung sama psikolognya" dan syukurnya saya sudah keluar dari perusahaan itu. Saya sendiri mengamati banyak sekali perusahaan yang mempekerjakan ini, saya mendengar, melihat ada yang kacau dan sebenarnya membahayakan perusahaan itu sendiri, entah salah rekrut, angka turn over alias keluar dari perusahaan karena kurang betah (resign) atau hal lainnya.
Nah, menurut dosen-dosen yang berpengalaman dan punya jam terbang serta mengajar di Universitas Indonesia mengatakan "Sering kali Psikolog klinis mengambil ranah Psikolog Industri dan Organisasi, makanya yang dilihat hanyalah fungsinya dalam kelainan atau gangguan jiwa, karena emang yang didapat kan itu selama kuliah".
Di Psikologi sendiri, ini sebenarnya sudah melanggar kode etik Psikologi. Kebetulan kemarin membahas ini saat kuliah Kode Etik Psikologi.
Memang di luar banyak pelatihan, seminar, tapi kudu hati-hati. Bukan berarti kami hebat, bukan. Kami juga bisa melakukan yang namanya kesalahan, setidaknya kesalahan ini bisa diminimalisir dengan menempatkan dan mengembangkan potensi dan kompetensi sesuai dengan bidangnya.
Semoga ini bermanfaat ya...
Pemahaman Sarjana Psikologi dan Psikolog di Perusahaan
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 8 kali dibaca
Kategori: Opini
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Reaksi Artikel
Bagikan respon Anda setelah membaca artikel ini.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
Artikel Paling Direkomendasikan Pembaca
Artikel terpopuler berdasarkan jumlah pembaca dan reaksi positif komunitas.

