Lomba DONGENG : CINTA MASA LAMPAU
Lomba kali ini Kartunet mengajak kamu untuk berkreasi dalam file audio. Buat dongeng atau story telling dari empat cerpen terpilih di #KisahKlasikMasaLampau. Batas waktu 21 Juni 2020.
Tag
22 artikel ditemukan.
Lomba kali ini Kartunet mengajak kamu untuk berkreasi dalam file audio. Buat dongeng atau story telling dari empat cerpen terpilih di #KisahKlasikMasaLampau. Batas waktu 21 Juni 2020.
Sungguh teramat rindu aku mengenang kisah ini. Kisah yang pernah memberikanku kesempatan kedua untuk hidup di dunia dan menghadirkan cinta saat tak sengaja menyelamatkan seorang gadis di tengah badai yang begitu mendebarkan. #cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Hari ini aku sangat bahagia dan perasaan itu hanya bisa aku ungkapkan melalui tulisan dalam sebuah kertas yang dihiasi dengan pena bertinta hitam. Untuk pertama kalinya dia menatapku dengan senyum manis yang terpancar dari wajahnya. Tepat dihadapanku, aku melihat sepasang mata yang selama ini ingin aku lihat dari dekat. Dia yang memiliki tubuh tinggi sehingga membuatku sedikit mengangkatkan wajah untuk melihatnya lebih jelas. Dia adalah Hazri. Orang pertama yang aku sukai sejak kecil. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Pagi ini awal hariku di asrama, asing rasanya karena memang sebelumnya aku biasa hidup dengan para keluarga, dan orangtuaku. Dari kecil sampai dengan usiaku 6 ttahun bukan mudah melupakan kehadiran mereka, dan sulit memulai suatu hidup yang baru diantara orang yang belum kukenal. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Sejenak, suasana menjadi hening. Dini tampak terdiam sesaat. Dia merasa bingung bagaimana menjelaskan macam-macam warna yang dilihatnya itu. Dia tidak menyangka kalau ternyata tunanetra sejak lahir untuk tahu warna saja sampai tidak terbayang seperti itu. Dini memasukan kamera tustelnya ke dalam saku. Dia memandangi wajah Andri sejenak. Terbayang olehnya, betapa kasihannya tunanetra di hadapannya itu. Warna saja dia tidak tahu. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
"Suasana makan malam itu mungkin berbeda. Nampaknya makan malam itu makan malam terakhir sebelum Haryono berangkat ke pondok pesantren besok pagi. Rembulan terang di luar bermakna ganda. Indah dan mengagumkan bersama hati yang di bumbui kesedihan. Haryono ingin selalu patuh kepada orang tuanya namun dia juga sedih ketika perpisahan harus dia telan." #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
"Rasa sakit akibat tamparan itu tidak seberapa dibanding rasa sakit di hati Bayu. Sang ibu hanya bisa menangis menyaksikan semua pertengkaran yang terjadi di depan matanya." #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
"Tetapi entah mengapa walaupun aku gak nangis dan merasa sedih, aku jadi ingin tetap makan gulali. Karena menurut aku kesedihan itu bisa datang kapan saja. Jadi sebelum kesedihan itu datang, lebih baik aku menghimpun tenaga melalui gulali-gulali yang aku makan supaya ada tambahan energi”. #KisahKlasikMasaLampau
"Aku mulai men-scroll up layar kehidupanku kembali ke masa lalu, era 1980-an ketika masih bersekolah di asrama Yapti Makassar dulu. Di era tersebut, ada acara hiburan di RRI yang sangat digandrungi oleh pendengar yaitu Fans Call. Aku dan Udin adalah dua di antara ribuan penggemar acara tersebut." #KisahKlasikMasaLampau
Kisah cinta segitiga antara Robi, Wati, dan Indah yang jadi rumit karena sebuah surat cinta. Penasaran bukan? Silakan dibaca sampai habis ya. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Deru mobil Mustang Boss 302 bapak selalu membangunkan saya dari tidur, memaksa saya berlari ke sumur dan cepat-cepat mandi. Sering kali, ssaya terlambat bangun dan naik ke atas mobil dengan keadaan belum mandi. Berangkat sekolah tanpa mandi, hanya menggunakan baju bekas kemarin, di zaman itu bukan hal yang tabu. Terlebih lagi di kampung kami. Daerah pelosok di sayap kanan kota Makassar. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Kuhirup kopi itu seteguk. Rasanya yang pahit memenuhi lidahku, sesendok kesedihan yang ditambahkan padanya nampak berpusar, terasa menenangkan saat masuk ke perutku. Mengamati kesedihan yang berpusar dalam cangkir selalu bisa menenangkan hatiku, terlebih disaat-saat seperti ini. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Surat bersampul putih segera aku bawa masuk kekamar, tak enak baca surat diteras, lampu yang kurang terang hanya akan membuat mataku sakit #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Setiap hari Minggu kakek tua renta itu biasanya menuju komplek, karena ia tahu kalau kebanyakan penghuni komplek tidak ada dirumah bila hari kerja. Anehnya pengemis tua itu pandai berbahasa Belanda. Kadang sambil berjalan, ditengah perjalanannya yang tak jelas kemana ia sering bersenandung menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Halo-halo Bandung. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Hari-hari perkenalan lingkungan kampus pun berlalu dan berlangsung dengan berbagai dialog, canda, tawa serta cerita yang tak dapat diurai dengan sebuah kata-kata. Hari-hari yang sangat mengesankan dalam perjalanan pertamaku di kota perantauan sebagai seorang mahasiswa, aku pun sudah mempunyai beberapa orang teman akrab meski sebelumnya kami tidak pernah bertemu tapi entah mengapa kami bisa begitu cair walau baru beberapa hari berkenalan. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Udara di rumah itu berubah drastis. Aroma hujan yang tadinya sangat disukai Aba kini mengembalikan pada peristiwa 40 tahun lalu. Suara letupan seperti mercon, dan teriakan-teriakan orang-orang yang marah dan tangisan minta tolong Emak membawa suasana hati Aba tak menentu. Dalam lubuk hatinya, ia ingin melihat apa yang terjadi waktu itu, hanya saja Aba memang terlahir tidak melihat. Sejak dilahirkan, hingga sekarang Aba tetap memendam luka dalam ingatannya. Suara parau Emaknya, mengiringi hidup Aba selama ini. Hingga Putri satu-satunya mengingatkan kembali ke masa itu. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Remaja itu kelihatan menyedihkan; Lihat tubuh yang berbalut jaket tebal itu; kecil, kurus, dan Nampak rapuh. Lihat kerutan didekat bibir ceri yang mempesona, Nampak bekas senyum senduh yang dipaksakan. Lihat airmata ddipipi tirusnya, airmata yang terus menetes semenjak dia kecil. Dan lihat mata sayu dibalik lensa kacamata itu, semua emosi terterah disana. Sedih, lukah, kesal, semuanya campur-aduk jadi satu. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Sambil senyum-senyum, Ayu mencoret-coret Kawruh Basa Jawa milik kang masnya itu. Digambarinya bagian kosong buku tebal itu dengan sketsa perawakan Bagus dengan perwujudan mirip tokoh pewayangan petruk dan ditambahi kata-kata “Jelek tapi ngangeni”. Kebiasaaan meninggalkan coretan gurauan di kertas kosong itu memang sudah jadi tabiat anak muda zaman dulu. Walau rumah mereka berdekatan, Bagus dan Ayu tak jarang juga menuliskan surat sebagai media komunikasi. Isinya hanya hal sepele, misal pantun atau rayuan gombal saja. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Tanganku bergerak menyalakan CPU. Tak lama aku sudah asyik menjelajahi halaman facebook ku. Senang sekali rasanya, setelah facebook diciptakan aku jadi bisa kembali menghubungi teman-teman lamaku. Sedang sibuk menelusuri beranda, sebuah pop up pesan muncul di bagian atas layar. Sebuah pesan dari seseorang yang begitu familiar dalam ingatanku muncul disana. Dengan degdegan ku klik pop up tersebut sehingga tampilan berubah ke ruang obrolan orang itu. “Hai, Freya. Long time no see.” Begitulah kira-kira isi pesannya. Jemariku membeku di atas keyboard. Aku bahkan tidak ingat pernah mengirimkan permintaan atau mengkonfirmasi pertemanan dari akun ini. Entah ada angin apa, dia kembali. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Buat yang pernah jadi pemuja rahasia, pasti tahu rasanya jadi tokoh di #Cerpen ini. Apalagi di zaman ketika cinta masih bermodalkan sekantong uang koin Rp 100 untuk dapat mendengar suara yang terkasih dari kotak telepon umum. #KisahKlasikMasaLampau
"Mengenang semua membuat rindunya akan keluarga di kampung semakin membuncah. Tapi ia tak mungkin pulang. Lukanya, masih menganga. Masih belum mampu ia sembuhkan sepenuhnya. " #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau
Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.