Lompat ke Konten Utama

Stop Ableism Halus: 5 Ucapan "Pujian" yang Justru Menyakiti Teman Disabilitas

Orang dengan disabilitas berinteraksi dengan teman lainnya
Orang dengan disabilitas berinteraksi dengan teman lainnya
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
3 menit baca
Jumlah pembaca
14 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Isu Disabilitas

"Kamu hebat banget ya, meskipun punya keterbatasan tapi tetap bisa kerja!" Kalimat seperti ini terdengar seperti pujian tulus. Bagi banyak Gen Z penyandang disabilitas, kalimat itu justru terasa melukai, merendahkan, dan bikin canggung.

Fenomena ini disebut Ableism Halus, atau microaggression. Pujian yang salah sasaran menjebak penyandang disabilitas ke dalam Inspiration Porn: aktivitas biasa mereka dijadikan komoditas inspirasi hanya karena kondisi fisik.

Berikut lima ucapan "niatnya memuji" yang perlu kita tinggalkan.

1. "Kamu Hebat Banget Ya, Nggak Kelihatan Kayak Orang Disabilitas!"

Niatnya: Bilang orang itu keren, normal, pandai membaur.

Kenapa risih: Ucapan ini menyiratkan bahwa disabilitas itu buruk, atau identik dengan penampilan tidak terawat. Seolah bilang, "jadi normal itu standar terbaik, dan kamu beruntung bisa menyamainya."

Ganti dengan: Puji pencapaian atau karakternya secara spesifik, lepas dari fisiknya. "Gaya bajumu keren hari ini!" atau "Kerjaanmu rapi banget!"

2. "Wah, Kamu Menginspirasi Banget Bisa Keluar Rumah/Kerja!"

Niatnya: Mengapresiasi semangat hidup seseorang.

Kenapa risih: Ini Inspiration Porn klasik. Bekerja, jalan-jalan, nongkrong di kafe itu aktivitas biasa anak muda usia 20-an. Begitu aktivitas harian ini di lakukan oleh gen z disabilitas langsung dianggap luar biasa hanya karena pelakunya disabilitas, ucapan itu terasa merendahkan.

Ganti dengan: Perlakukan aktivitas mereka sebagaimana mestinya. Kalau mau memuji, puji hasil karya atau idenya.

3. "Kamu Tuh Kurang Syukur Apa Lagi, Lihat Dia Aja Bisa Semangat!"

Niatnya: Menjadikan kegigihan teman disabilitas sebagai teladan.

Kenapa risih: Kalimat ini menjadikan penyandang disabilitas alat pembanding untuk memotivasi orang lain. Ini menempatkan mereka sebagai objek kasihan, bukan subjek setara.

Ganti dengan: Jangan bandingkan perjuangan hidup orang. Setiap orang punya tantangannya sendiri.

4. "Duh, Cantik/Ganteng Banget Padahal... Sayang Ya..."

Niatnya: Mengakui daya tarik seseorang.

Kenapa risih: Kata "padahal" dan "sayang ya" merusak pujian itu. Kalimat ini menyiratkan disabilitas sebagai cacat nasib yang menggagalkan potensi estetika atau kebahagiaan seseorang.

Ganti dengan: Cukup katakan "Kamu cantik banget hari ini!" atau "Ganteng banget outfit-mu!" Buang kata "padahal" dan nada penyesalan di akhir kalimat.

5. "Kamu Kuat Banget Ya, Kalau Aku Jadi Kamu Mungkin Nggak Bakal Sanggup."

Niatnya: Mengagumi ketahanan mental teman disabilitas.

Kenapa risih: Ucapan ini membayangkan hidup dengan disabilitas sebagai tragedi mengerikan. Bagi penyandang disabilitas, kondisi tubuh mereka adalah realitas harian yang mereka jalani secara wajar.

Ganti dengan: Fokus pada dukungan nyata. Bilang saja, "Keren banget kamu bisa lewati project sulit ini, mau merayakannya bareng?"

Mengapa Komunikasi Setara Itu Penting

Dalam psikologi hubungan interpersonal, perlakuan berlebihan menciptakan jarak emosional, baik berupa ejekan maupun pujian yang dipaksakan.

Pujian bernada kasihan yang terus-menerus membuat teman disabilitas merasa dianggap seperti anak kecil yang harus selalu dipuji atas hal sepele. Psikolog menyebut ini paternalisme. Pola ini memicu burnout sosial dan membuat mereka menutup diri di lingkungan pergaulan.

Komunikasi inklusif dibangun di atas kesetaraan: memanusiakan manusia, memberi tempat yang sejajar, tanpa menjadikan mereka pahlawan super yang tak nyata.

Menghargai teman disabilitas berarti memperlakukan mereka sebagai sesama anak muda Gen Z. Mereka punya karya, selera humor, kekurangan, dan kelebihan seperti orang lain.

Sebelum memuji, coba ucapkan kalimat itu ke orang non-disabilitas dalam bayangan. Kalau terdengar aneh di sana, kalimat itu perlu diganti.

EASTER EGG DITEMUKAN!

Ketik kode KARTUNET-ADAPTIF-1783

pada Menu Game Si Paling Inklusif (membuka tab baru) di WA Avika untuk mengklaim 10 Koin!

Buruan! Sisa kuota hanya untuk 18 orang tercepat.

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik disabilitas, inklusi, ableism, inspiration porn, dan ableism halus.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika