Skip to Main Content

Sriwijaya Air Pertama Gunakan Manual Braille

Ilustrasi artikel: Sriwijaya Air Pertama Gunakan Manual Braille tentang Isu Disabilitas
Ilustrasi artikel: Sriwijaya Air Pertama Gunakan Manual Braille tentang Isu Disabilitas
Author
rafik
Published date
Estimated reading time
2 min read
Views count
22 kali dibaca
WhatsApp X

Category: Isu Disabilitas

Jakarta, Kartunet.com - Awal agustus 2011 menjadi permulaan baik perjuangan para aktivis hak-hak penyandang disabilitas dalam dunia penerbangan. Salah satu maskapai nasional, Sriwijaya air, meluncurkan buku panduan keselamatan penerbangan untuk tunanetra dalam huruf brail (01/08).

Acara yang diselenggarakan di gedung kementerian perhubungan Jakarta ini dihadiri oleh puluhan tunanetra. Selain itu ada beberapa penjabat Negara dan petinggi Sriwijaya Air yang ikut hadir seperti Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Ketua III Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Sylvi Agung Laksano, Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie serta Ketua MURI Jaya Suprana. Hadir pula pada acara tersebut Bambang Basuki, Direktur exekutif Yayasan Mitranetra Jakarta yang juga memberikan sambutanya di depan Menteri dan para hadirin.

Pada kesempatan tersebut, dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap penumpang dengan disabilitas netra maka Sriwijaya Air meluncurkan buku panduan keselamatan penerbangan untuk tunanetra dalam huruf brail. Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie mengatakan bahwa sriwijaya air juga akan mengadakan pelatihan bagi para pramugarinya dalam hal tatacara guide. Selain itu, Sriwijaya bekerja sama dengan Yayasan Mitranetra, akan memberi pelatihan mengenai keselamatan penerbangan bagi para tunanetra.

Oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), Sriwijaya Air dicatat sebagai maskapai nasional pertama yang menyediakan manual penerbangan dengan huruf braille bagi penumpang tunanetra.

Terobosan ini menjadi titik cerah dari banyaknya tindak penolakan terbang yang dialami oleh para penyandang disabilitas. Mereka pada umumnya tidak diizinkan menggunakan layanan penerbangan karena dianggap orang sakit dan harus didampingi oleh orang normal. Padahal hak mereka sudah dijamin dalam UU no 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

Dalam acara tersebut, hadir pula tim angklung tunanetra sebagai pengisi hiburan. dikutip dari Adi Arianto, karyawan mitra netra, tujuan hadirnya tim angklung dalam acara tersebut untuk memeriahkan suasana dan menampilkan hasil karya tunanetra dalam bidang musik yang didukung oleh Yayasan Mitranetra.

Upaya Sriwijaya Air ini mendapat sambutan positif dari para penyandang disabilitas yang pernah menjadi korban penolakan beberapa maskapai nasional. "langkah besar yang diambil oleh Sriwijaya Air adalah langkah awal yang tepat dalam memberikan sebaik-baiknya pelayanan terhadap penumpang dengan disabilitas netra", ujar salah seorang korban yang tak ingin disebutkan namanya ketika dihubungi redaksi melalui pesan singkat (3-8). Dia pun berharap, semoga langkah besar ini dapat diikuti oleh seluruh maskapai nasional di Indonesia. (Rafik)

Browse other interesting articles in the topics of organisasi, advokasi disabilitas, and kebijakan publik.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika