Puisi: Ingin Kembali
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Sekejap, diri terlena dalam pusaran memori
Berkelebatan seperti cahaya yang menembus kegelapan pekat,
Seperti petir yang membelah bumi dengan sinarnya.
Kau yang kuukir dalam arsip terindah,
Nama yang tak pernah menghilang dari lembaran hati yang telah lama tertutup,
Wajah yang terlukis dalam samarnya bayang masa lalu.
Gejolak rindu tak mampu kuhalau,
Bukan tentang hasrat ingin memilikimu lagi,
Tapi rasa tulus ingin memperbaiki apa yang telah rusak.
Kecamuk batin terus meracau,
Mengisahkan kau dan aku di masa dahulu,
Saat sebelum perpisahan itu terjadi.
Hatiku pedih dan sakit,
Bersetubuh dengan penyesalan dan rindu,
Meratapi yang seharusnya bisa kembali, cinta.
Untuk pertama kalinya Setelah sekian lama
Air mata ini mengalir karenanya,
Karena gejolak dalam dada yang tak sanggup kubendung.
Entah rindu atau Sesal,
Keduanya Saling bertabrakan,
Membentuk Simfoni Yang rumit.
Kecamuk dalam benak dan gemertak hati hanya berkata: aku ingin kembali padanya,
Pertanyaannya: bisakah?
Jawabannya: bisa, asal aku bisa memperbaiki segalanya.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.