Sekejap, diri terlena dalam pusaran memori
Berkelebatan seperti cahaya yang menembus kegelapan pekat,
Seperti petir yang membelah bumi dengan sinarnya.
Kau yang kuukir dalam arsip terindah,
Nama yang tak pernah menghilang dari lembaran hati yang telah lama tertutup,
Wajah yang terlukis dalam samarnya bayang masa lalu.
Gejolak rindu tak mampu kuhalau,
Bukan tentang hasrat ingin memilikimu lagi,
Tapi rasa tulus ingin memperbaiki apa yang telah rusak.
Kecamuk batin terus meracau,
Mengisahkan kau dan aku di masa dahulu,
Saat sebelum perpisahan itu terjadi.
Hatiku pedih dan sakit,
Bersetubuh dengan penyesalan dan rindu,
Meratapi yang seharusnya bisa kembali, cinta.
Untuk pertama kalinya Setelah sekian lama
Air mata ini mengalir karenanya,
Karena gejolak dalam dada yang tak sanggup kubendung.
Entah rindu atau Sesal,
Keduanya Saling bertabrakan,
Membentuk Simfoni Yang rumit.
Kecamuk dalam benak dan gemertak hati hanya berkata: aku ingin kembali padanya,
Pertanyaannya: bisakah?
Jawabannya: bisa, asal aku bisa memperbaiki segalanya.
Puisi: Ingin Kembali
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 5 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
