MAAFLAH
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 2 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Maafkanlah aku.
Yang tidak bisa membaca, apa yang ada dalam hatimu.
Karena, isi hati tidak bisa ditebak.
Karena, isi hati seseorang, sulit untuk dipahami.
Maafkanlah aku.
Yang tidak bisa membaca, apa yang ada dalam pikiranmu.
Jika aku tidak bisa memahami, apa maumu.
Sebab, aku bukan peramal hati dan pikiran.
Maafkanlah aku.
Yang tidak bisa membaca, apa yang ada dalam benakmu.
Semua itu, tidak mudah. Semudah ketika membaca buku.
Maafkanlah aku.
Sebab, Aku tidak bisa membaca tatapan matamu.
Aku tidak bisa membaca isyarat darimu.
Isyarat tentang sebuah cinta dan perasaan, yang kau berikan untukku.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.