Lompat ke Konten Utama

Puisi: Derita dan Senyuman Israa Jabis

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
4 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Di balik tirai derita,

Kau lahir ke dunia.

Di tengah angkara,

Kau tumbuh kuat.

 

Berjumpa dengan Sang Pujaan Hati,

Namun apalah daya

Takdir berkata pisah.

Jarak dan waktu menjauhkanmu dari kekasihmu.

 

Anak menjerit dan menangis,

Meminta sang ayah kembali.

Kau menangis pahit,

Dengan hati terpaut pada sang kekasih.

 

Namun kau tetap berdiri.

Kau terbakar di perjalanan pulang.

Tubuhmu pedih, hancur dan remuk.

Tanpa ampun, kau diseret dengan harus menanggung malu.

 

Menggigil dan sakit, tubuhmu dijatuhkan ke dalam jeruji.

Pakaianmu tiada, tubuhmu terluka.

Hanya jeritan dan tangisan tak berdaya,

Tapi tirani itu tetap menghukummu tanpa belas kasih.

 

Bertahun-tahun deritamu,

Tapi kau tetap bersabar.

Kauhibur dirimu bersama para nara pidana.

Membuat kelakar walau di antara derai air mata.

 

Kau coba meraih bintang,

Meski hanya berbaring tertelentang.

Kau coba gapai bulan,

Dengan tubuhmu yang cacat.

 

Dalam sujud, kau setia menanti

Kebebasanmu yang telah lama ditunggu.

Hingga akhirnya penantian usai jua.

Kau bebas, dengan syukur mengalir di bibirmu.

 

Tertatih, kau coba bangkit.

Merangkak dan berdiri lagi.

Kembali bersua dengan orang terkasih,

Walau dalam bayang-bayang rasa sakit.

 

Semuanya kau terima

Dengan segenap ketulusan jiwa.

Israa Jaabis, ikon ketabahan tahanan perempuan Palestina,

Wanita tangguh, meski dalam derita.

Tentang Penulis

nurulrahmah

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.