Lompat ke Konten Utama

Perkembangan Controller & Game Aksesibel: Saat Dunia Game Makin Ramah Untuk Semua

Pemain disabilitas menikmati permainan video
Pemain disabilitas menikmati permainan video
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
4 menit baca
Jumlah pembaca
3 kali dibaca
WhatsApp X

Bagi Gen Z, video game bukan sekadar sarana hiburan melepas penat di akhir pekan. Game adalah tempat berkumpul, berkompetisi, dan membangun komunitas tanpa batas fisik.

Sayangnya, selama bertahun-tahun, industri game sering menghadirkan "benteng tinggi" berupa controller standar yang kaku dan mekanik game yang menyulitkan pemain dengan keterbatasan fisik maupun penglihatan.

Situasi ini mulai berubah. Industri game global kini makin sadar akan pentingnya inklusivitas. Lewat inovasi perangkat keras (hardware) adaptif dan fitur aksesibilitas perangkat lunak (software), dunia gaming perlahan bertransformasi menjadi ruang bermain yang ramah bagi semua orang, termasuk teman-teman disabilitas netra.

Berikut perkembangan teknologi game aksesibel saat ini, dan deretan game populer yang kini bisa dimainkan oleh siapa saja.

1. Revolusi Hardware: Dari Xbox Adaptive Controller hingga PlayStation Access Controller

Lompatan terbesar dalam dunia gaming inklusif berawal dari inovasi perangkat keras. Controller konvensional yang menuntut dua tangan untuk menggenggam dan menekan puluhan tombol kecil secara bersamaan kini bukan lagi satu-satunya pilihan.

Xbox Adaptive Controller (XAC): Dirilis oleh Microsoft, perangkat berbentuk papan datar ini menjadi pelopor controller aksesibel global. XAC berfungsi sebagai "hub utama" dengan banyak port 3.5mm untuk dihubungkan ke berbagai tombol eksternal, joystick khusus, hingga sakelar pemicu (switches) yang bisa dioperasikan menggunakan kaki, dagu, atau satu tangan.

Access Controller untuk PlayStation 5: Sony merilis controller berbentuk melingkar yang sangat mudah disesuaikan (customizable). Pemain bisa mengatur tata letak tombol, jarak joystick, hingga memetakan ulang (button remapping) fungsi setiap tombol sesuai kenyamanan fisik masing-masing.

Perangkat Pihak Ketiga & QuadStick: Bagi gamer dengan kondisi tetraplegia atau keterbatasan fisik total dari leher ke bawah, teknologi QuadStick memungkinkan mereka mengendalikan karakter game sepenuhnya menggunakan gerakan mulut, isapan, dan embusan napas (sip-and-puff).

2. Bukti Nyata: Game-Game AAA Populer yang Bisa Dimainkan Tunanetra

Fitur aksesibilitas zaman sekarang memungkinkan pemain dengan disabilitas netra (blind/low vision gamers) menamatkan game secara mandiri dari awal hingga akhir. Berikut beberapa judul game besar yang menjadi tonggak sejarah aksesibilitas visual:

The Last of Us Part I & Part II (Naughty Dog): Game aksi-petualangan ini mencatatkan sejarah sebagai salah satu game paling aksesibel di dunia. Tersedia lebih dari 60 fitur aksesibilitas, mulai dari Text-to-Speech (pembaca menu/teks), sinyal audio khusus untuk navigasi jalan, petunjuk audio saat musuh mendekat, hingga fitur penargetan otomatis (auto-aim) yang memungkinkan pemain tunanetra bertarung dan menjelajahi dunia game dengan lancar.

Forza Motorsport (Turn 10 Studios): Game balap mobil biasanya sangat mengandalkan visual. Forza Motorsport menghadirkan fitur Blind Driving Assists (BDA): isyarat audio berlapis yang memberi tahu kapan harus menekan rem, memutar kemudi, mengoper gigi, hingga mengindikasi posisi mobil di lintasan. Pemain tunanetra bisa membalap dan menuntaskan sirkuit tanpa melihat layar sama sekali.

Street Fighter 6 & Mortal Kombat 1: Dalam genre game pertarungan (fighting games), Capcom dan NetherRealm Studios menyematkan desain efek suara 3D (3D Spatial Audio) yang mendetail. Pemain tunanetra dapat mengukur jarak musuh, arah serangan (kiri/kanan/atas/bawah), hingga status bar kesehatan hanya dari perbedaan nada dan efek suara yang terdengar di earphone.

God of War Ragnarök (Santa Monica Studio): Mengintegrasikan kombinasi pencahayaan kontras tinggi (high-contrast mode), navigasi berbasis nada audio (audio cues), serta bantuan pembacaan antarmuka yang memudahkan penelusuran peta dan pertempuran bagi pemain Low Vision.

3. Fitur Aksesibilitas Penting Lainnya

Selain dukungan penuh bagi disabilitas netra, pengembang game juga memikirkan kebutuhan disabilitas motorik, rungu, dan kognitif:

Closed Captions (CC) & Indikator Visual Suara: Bukan sekadar teks dialog, melainkan deskripsi efek suara latar (misal: "suara langkah kaki mendekat dari kiri") yang sangat membantu Teman Tuli.

QTE Bypass & Auto-Drive: Fitur untuk mengabaikan penekanan tombol berulang secara cepat (Quick Time Events) atau mengotomatiskan navigasi kendaraan bagi pemain yang cepat lelah.

Pilihan Tingkat Kesulitan Mikro: Opsi untuk memperlambat kecepatan gerakan musuh, memberi jeda waktu reaksi lebih panjang, atau mencegah karakter jatuh dari tebing.

4. Dampak Psikologis: Gamer is Gamer, Tanpa Label

Perkembangan game aksesibel ini berdampak besar bagi kesehatan mental Gen Z disabilitas, dalam tiga hal utama.

Kesetaraan di Ruang Virtual (Level Playing Field): Di dalam game, kondisi fisik atau penglihatan di dunia nyata tidak lagi menjadi penghalang. Semua orang bertanding dengan aturan dan kesempatan yang sama.

Kemandirian dan Hilangnya Ketergantungan: Fitur aksesibilitas seperti pemandu suara navigasi membuat penyandang disabilitas bisa menikmati game dari awal sampai tamat tanpa harus selalu meminta petunjuk orang lain.

Mencegah Kesepian (Social Connection): Game multiplayer online memberikan ruang sosial yang inklusif untuk menjalin pertemanan baru, melatih kerja sama tim, dan merasakan sensasi kemenangan bersama.

Kesimpulan

Hobi bermain game seharusnya menjadi milik semua orang. Kehadiran game balap yang bisa dimainkan tunanetra hingga controller adaptif membuktikan bahwa teknologi terbaik adalah teknologi yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Industri game global sudah membuktikan bahwa inklusivitas adalah standar baru, bukan sekadar tren sesaat. Apa pun kondisi fisikmu, di dalam dunia game, semua orang adalah Gamer.

EASTER EGG DITEMUKAN!

Ketik kode KREATIF-SETARA-1796

pada Menu Game Si Paling Inklusif (membuka tab baru) di WA Avika untuk mengklaim 10 Koin!

Buruan! Sisa kuota hanya untuk 19 orang tercepat.

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik game aksesibel, game, inklusif, disabilitas, dan teknologi inklusif.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Anda dapat mengirimkan tulisan dengan mudah serta membaca panduan selengkapnya di halaman Kirim Naskah.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika