Skip to Main Content

Disabilitas Ramaikan Trans Jakarta

Ilustrasi artikel: Disabilitas Ramaikan Trans Jakarta tentang Barrier Free Tourism
Ilustrasi artikel: Disabilitas Ramaikan Trans Jakarta tentang Barrier Free Tourism
Author
Dhani
Published date
Estimated reading time
3 min read
Views count
26 kali dibaca
WhatsApp X

Category: Isu Disabilitas

Jakarta, Kartunet.com - sebuah kegiatan bertajuk Jakarta Barrier Tourism  adalah acara yang melibatkan berbagai macam jenis penyandang disabilitas. Kegiatan ini berupa jalan-jalan menggunakan TransJakarta yang diselenggarakan secara swadaya oleh kelompok penyandang disabilitas. Jalur yang dipilih, yaitu berangkat dari halte busway Pasar Festival pukul 09:00 WIB dan berakhir di Monas sekitar pukul 12:00 WIB (04/03/2012)

Perlu disadari bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, mereka juga berhak untuk menikmati sarana dan prasarana umum, berekreasi, serta melakukan berbagai kegiatan di luar rumah. Akan tetapi sejauh ini hal-hal tersebut masih sulit diperoleh karena kurangnya kesadaran pemerintah untuk membangun fasilitas umum yang aksesibel, serta minimnya perhatian masyarakat terhadap kaum disabilitas.

 Penyandang disabilitas yang hadir berjumlah 22 orang. Kemudian dibagi dalam 3 kelompok pemberangkatan. Tiap kelompok terdiri dari pengguna kursi roda, tunanetra,, tunarungu, dan beberapa orang pendamping. Setiap jenis disabilitas ternyata memiliki kendala masing-masing ketika bertransportasi. Tunanetra tentu memerlukan pendamping dalam menuntun mereka untuk menaiki kendaraan sesuai tujuan. Pengguna kursi roda kesulitan untuk berpindah dari halte ke dalam bus. Beberapa halte yang tidak terdapat papan petunjuk arah, menjadi kesulitan tersendiri bagi tunarungu. Hal ini dikarenakan penyandang tunarungu memiliki hambatan komunikasi, sehingga tidak mungkin bertanya atau mendengar teriakan kondektur mengenai arah tujuan bus tersebut.

“Kami ingin sekali mengedukasi masyarakat, bahwa penyandang disabilitas juga memerlukan sarana transportasi untuk bekerja maupun rekreasi.” Demikian Jaka Ahmad, seorang tunanetra, mengungkapkan tujuan keberlangsungan acara tersebut. Di samping itu mereka ingin menunjukkan kepada pemerintah bahwa penyandang disabilitas pun memiliki kebutuhan terhadap sarana transportasi yang aksesibel.

Lewat kegiatan ini diharapkan penyandang disabilitas dapat lebih berani untuk menyuarakan kebutuhan mereka, baik kepada petugas transportasi, maupun penumpang lain yang nondisabilitas. Bagi masyarakat awam, kegiatan semacam ini tentu dapat memberikan gambaran tentang bagaimana sebaiknya kita bersikap jika berjumpa dengan penyandang disabilitas di tempat-tempat umum.

“Sempat heran juga waktu melihat rombongan orang berkursi roda itu, soalnya jarang bertemu dengan yang seperti itu sih,” ujar Rudy yang sedang menunggu busway di halte Monas saat diwawancara Redaksi Kartunet.com.

Lain lagi dengan pendapat Fitrah, salah satu petugas di halte Monas. Selama 2 tahun bertugas, ia masih jarang berjumpa dengan penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda. Meski secara teori sudah diajarkan cara membantu penumpang disabilitas, ia mengaku masih canggung saat benar-benar bertemu.

“Kalau  ketemu tunanetra udah lumayan sering, tapi kalau yang pakai kursi roda masih sangat jarang, apalagi yang tunarungu malah belum pernah sama sekali.” ujar pria 25 tahun itu.

Acara ini direncanakan masih akan berlanjut pada lokasi-lokasi yang berbeda, sesuai kebutuhan penyandang disabilitas. Jika kali ini difokuskan pada Trans Jakarta, maka kemungkinan sesi berikutnya pada KRL , trotoar, atau bus-bus regular. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan terjadi perubahan pada sikap petugas dan penumpang Trans Jakarta dalam membantu penyandang disabilitas. Kemudian, dilanjutkan dengan perbaikan sarana dan prasarana agar lebih aksesibel untuk setiap pengguna alat transportasi tersebut. (RR)

Browse other interesting articles in the topics of Barrier Free Tourism and lokasi.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika