Internet untuk Semua: Dimaster Institute Luncurkan Accessible.web.id, Platform Cek Aksesibilitas Digital Pertama di Indonesia
- Penulis
- akselerasi
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 3 menit baca
- Jumlah pembaca
- 5 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Jakarta, Kartunet.com – Aksesibilitas digital bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan hak asasi manusia yang mendesak untuk dipenuhi. Di tengah pesatnya transformasi digital, masih banyak penyandang disabilitas yang menemui "tembok digital" saat mengakses layanan publik, pendidikan, hingga e-commerce.
Menjawab tantangan tersebut, Dimaster Institute resmi meluncurkan inisiatif terbarunya: Accessible Web Indonesia.
Platform yang dapat diakses melalui alamat accessible.web.id ini hadir sebagai pusat alat bantu (toolkit) gratis pertama di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk membantu pengembang web dan masyarakat umum memahami serta menerapkan standar aksesibilitas.
Inisiatif dari Akar Rumput
Platform ini dikembangkan langsung oleh Dimas Prasetyo Muharam. Sosok Dimas tentu tidak asing lagi bagi komunitas disabilitas di tanah air. Selain mendirikan Dimaster Institute, Dimas juga dikenal sebagai Pendiri Kartunet (Karya Tunanetra) dan inisiator Forum ASN Inklusif.
"Sebagai tunanetra yang berkecimpung di dunia teknologi, saya sering menemukan website yang secara visual bagus, tapi 'kosong' saat diakses menggunakan pembaca layar. Accessible Web Indonesia lahir untuk menjembatani kesenjangan teknis tersebut," ujar Dimas.
Fitur Unggulan: Dari Audit Teknis Hingga Edukasi Empati
Website ini dirancang tidak hanya untuk para programmer, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat awam. Berikut beberapa fitur andalan yang bisa Anda coba secara gratis:
- Accessibility Checker: Alat audit otomatis berbasis Google Lighthouse. Cukup masukkan URL website Anda, dan sistem akan memberikan skor serta rekomendasi perbaikan teknis.
- Dyslexia Simulator: Fitur simulasi unik yang mengajak pengguna "merasakan" pengalaman membaca seorang penyandang disleksia, di mana huruf-huruf terlihat menari dan berpindah tempat. Alat yang sangat efektif untuk membangun empati.
- Quran Braille Converter: Menjawab rasa penasaran publik tentang literasi tunanetra muslim. Alat ini mengonversi huruf Arab Hijaiyah ke dalam pola Braille, sekaligus mengedukasi fakta unik bahwa Braille Arab dibaca dari kiri ke kanan.
- Color Contrast & TTS Simulator: Memastikan desain warna aman bagi penyandang Low Vision dan naskah konten nyaman didengar melalui teknologi Text-to-Speech.
Kolaborasi Strategis: Pengalaman Hampir Dua Dekade
Peluncuran tools ini merupakan langkah awal (skrining). Untuk implementasi yang menyeluruh, Dimaster Institute bersinergi penuh dengan Kartunet.
Berdiri sejak tahun 2006, Kartunet memiliki pengalaman hampir dua dekade dalam advokasi digital. Keunggulan utama layanan audit aksesibilitas Kartunet terletak pada pelibatan komunitas.
"Audit kami bukan sekadar checklist mesin. Kami melibatkan komunitas tunanetra pengguna teknologi aktif (tech-savvy) yang sudah terbiasa berselancar di internet. Ini memberikan perspektif Real User Experience yang tidak bisa ditangkap oleh alat otomatis manapun," tambah Dimas.
Layanan profesional yang ditawarkan meliputi:
- Audit mendalam pada Website dan Aplikasi Mobile (Android/iOS).
- User Testing langsung oleh pengguna tunanetra.
- Pelatihan Kesadaran Disabilitas (Disability Awareness) untuk manajemen dan karyawan perusahaan.
Wujudkan Internet Ramah Disabilitas
Kehadiran Accessible Web Indonesia diharapkan menjadi katalisator bagi instansi pemerintah dan sektor swasta untuk mulai membenahi aset digital mereka sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2016.
Ingin tahu seberapa aksesibel website Anda? Atau ingin mencoba sensasi simulasi disleksia?
Kunjungi sekarang juga:
www.accessible.web.id
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Kehilangan Penglihatan, bukan Akhir dari Dunia
Kehilangan penglihatan sering memicu depresi dan hilangnya rasa percaya diri. Temukan bagaimana sistem CVI di Inggris memberikan dukungan psikologis bagi tunanetra, dan pelajari pentingnya pelatihan soft skills dalam memulihkan kemandirian serta mental penyandang disabilitas di Indonesia.
Mengenal Certificate of Visual Impairment (CVI), Paspor Tunanetra Akses Layanan Publik di Inggris
Pernahkah Anda mendengar Certificate of Visual Impairment (CVI)? Sistem asal Inggris ini menghubungkan diagnosa medis tunanetra langsung dengan jaminan layanan sosial dan perlindungan kerja. Temukan bagaimana prosedur, efisiensi anggaran, dan relevansinya untuk memperbaiki pendataan disabilitas di Indonesia.