Lompat ke Konten Utama

Tips menghindari bully di pendidikan untuk penyandang disabilitas

Penulis
tyaseta
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
2 menit baca
Jumlah pembaca
4 kali dibaca
WhatsApp X
Unduh Artikel PDF
Medan, tertanggal 17 Juli 2017 yang lalu, saya mendengar berita yang diulang-ulang mengenai tiga orang mahasiswa yang membully satu orang mahasiswa disabilitas di Universitas Gunadarma.
Yang di bully itu autis. Autis adalah keadaan dimana seseorang berada di dunianya sendiri. Autis termasuk ke dalam disabilitas mental.
Farhan di berita yang disiarkan oleh SCTV mengatakan bahwa ada kemungkinan penyababnya adalah bercanda berlebihan.
Apabila ini benar, maka butuh pendidikan untuk berhati-hati dalam berbicara, menulis, bercanda guna menghindari sakit hati yang akan lebih baik ditanamkan sejak dini.
Sebenarnya, saya kurang suka apabila melihat sebab dari bully itu terjadi. Saya lebih suka melihat akibat dari bully, cara menanganinya dan cara untuk mencegah supaya bully tidak terjadi.
Farhan, selain mengatakan hal diatas, beliau juga berkata, "Kalau dilihat yang di bully yang salah, masa dibiarkan di bully sampai mati?".
"Ada tips untuk orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Yang pertama, orang tua harus terbuka terhadap lingkungan mengenai keadaan anak itu. Kedua, ajarkan empati." lanjut Farhan.
Menurut saya, empati perlu diajarkan dan lebih baik sejak dini. Kenapa? Karena dengan empati, maka orang akan cenderung perduli. Lalu, bagaimana cara berempati?
Berempati itu adalah merasakan apa yang orang rasakan, memikirkan akibat atas perilakunya. Namun, apabila merasakan sampai terbawa, maka itu bukan empati tapi simpati.
Selain menjadi perduli, manfaat dari empati adalah mencegah perilaku membully secara mental ketika seseorang kesusahan dan atau sedang curhat. Biasanya, zaman sekarang saat orang susah malah ditertawakan, dihina, diejek, dibiarkan, dilempar sana-sini, dibuang, diasingkan.
Mari kita menjadi lebih baik dari sekarang.

Tentang Penulis

tyaseta

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Suka artikelnya?

Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.

WhatsApp X
  • Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi

    Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.

    Akbar Ariantono Putra
  • Merah Matahari #3

    Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.

    fMahardini

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.