Skip to Main Content

Sumatra Barat Jadi Provinsi Pendidikan Inklusif Ke-8

Ilustrasi artikel: Sumatra Barat Jadi Provinsi Pendidikan Inklusif Ke-8 tentang Isu Disabilitas
Ilustrasi artikel: Sumatra Barat Jadi Provinsi Pendidikan Inklusif Ke-8 tentang Isu Disabilitas
Published date
Estimated reading time
2 min read
Views count
34 kali dibaca
WhatsApp X

Category: Isu Disabilitas

Jakarta, Kartunet - Menjadi provinsi inklusif sepertinya sedang tren belakangan ini. Oktober lalu, giliran Sumatra Barat (Sumbar) melalui gubernurnya, Irwan Prayitno, mendeklarasikan Sumbar sebagai provinsi pendidikan inklusif kedelapan di Indonesia. Pendeklarasian tersebut dilaksanakan di auditorium kantor Gubernur Sumbar. Sejumlah tokoh juga turut hadir dalam acara tersebut seperti Wamendikbud Musliar Kasim, Ketua DPRD Sumbar adn sejumlah Kepala Daerah dan tokoh pendidikan.

Dengan dideklarasikannya Sumbar sebagai provinsi pendidikan inklusif, maka setiap masyarakat memiliki peluang dan hak yang sama untuk belajar di sekolah umum termasuk siswa berkebutuhan khusus atau memiliki disabilitas.

“Artinya mereka yang berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang sama di tempat yang sama dengan anak-anak lain pada umumnya,” kata Irwan Prayitno dikutip dari Antarasumbar. Di Sumbar sendiri sudah ada 4 Kabupaten/Kota yang mendeklarasikan diri sebagai daerah inklusif yaitu Kota Payakumbuh, Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Pasaman. Sementara itu Kabupaten Sijunjung juga akan mendeklarasikan diri sebagai daerah inklusif.

Untuk daerah lainnya di Sumbar juga sudah ada yang memiliki kelompok kerja(Pokja) Pendidikan Inklusif. Dengan status Sumbar sebagai Provinsi Inklusif, maka sekolah-sekolah di Sumbar tidak boleh lagi menolak para penyandang disabilitas atau siswa berkebutuhan khusus. Mereka dapat belajar di sekolah umum bersama dengan anak-anak lainnya yang tanpa disabilitas.

Semoga dengan pencanangan sebuah provinsi menjadi pronvisi pendidikan inklusif jadi sebuah komitmen yang wajib diimplementasikan bukan sekedar pencitraan belaka. Perlu kesiapan pula dari pihak sekolah dan staf pendidik agar berpandangan lebih positif pada penyandang disabilitas, dan menganggap status sebagai sekolah inklusif bukan jadi beban, akan tetapi penyemangat untuk lebih berkontribusi dalam mencerdaskan semua anak bangsa, tanpa terkecuali.(DPM) sumber: Info Sumbar

Browse other interesting articles in the topics of pendidikan inklusif.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika