Dulu kita selalu dekat.
Disetiap momen yang kita lakukan.
Penuh dengan canda tawa dan rasa kebahagiaan.
Kini semuanya telah berubah, dan hubungan kita menjadi renggang.
Dulu kita saling menyapa, dengan penuh cinta.
Dulu kita saling berbagi rasa, seperti sepasang saudara.
Kini semua itu telah hilang.
Suasana yang seperti dulu, kini telah tiada, kini telah menjadi renggang.
Apalagi sekarang kita telah berjauhan.
Tidak ada waktu untuk saling ketemuan.
Tidak ada celah lagi, untuk memperbaiki sebuah kesalahan.
Seiring berjalannya waktu, bukannya hubungan kita semakin membaik, yang ada semakin renggang.
Dulu kita pernah berjanji, untuk selalu menjaga persahabatan ini.
Namun, janji itu hanya omong kosong belaka.
Yang pasti tidak ada nyatanya.
Sebab, tidak ada hubungan di antara kita lagi, yang membuat hubungan kita semakin renggang.Aku hanya orang biasa. Yang suka berimajinasi.
RENGGANG
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Mewujudkan '7 Pilar Akomodasi Layak' Lewat Modifikasi Kurikulum di Sekolah Inklusif
Menerima siswa disabilitas saja tidak cukup! Pelajari bagaimana sekolah inklusif wajib mewujudkan 7 Pilar Akomodasi Layak melalui strategi modifikasi kurikulum seperti eskalasi, simplikasi, hingga substitusi agar pembelajaran benar-benar tepat sasaran.
Mengangkat 'Massase' dari Pekerjaan Tradisional Menjadi Profesi Tersertifikasi di Industri Formal
Lebih dari 70% tunanetra berprofesi sebagai pemijat di sektor informal. Pelajari bagaimana sinergi antara SLB, Kemendikdasmen, dan LSP Pertuni siap mensertifikasi profesi masseur agar tunanetra dapat bersaing menembus kuota tenaga kerja di industri formal dan perhotelan!