RENGGANG
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Dulu kita selalu dekat.
Disetiap momen yang kita lakukan.
Penuh dengan canda tawa dan rasa kebahagiaan.
Kini semuanya telah berubah, dan hubungan kita menjadi renggang.
Dulu kita saling menyapa, dengan penuh cinta.
Dulu kita saling berbagi rasa, seperti sepasang saudara.
Kini semua itu telah hilang.
Suasana yang seperti dulu, kini telah tiada, kini telah menjadi renggang.
Apalagi sekarang kita telah berjauhan.
Tidak ada waktu untuk saling ketemuan.
Tidak ada celah lagi, untuk memperbaiki sebuah kesalahan.
Seiring berjalannya waktu, bukannya hubungan kita semakin membaik, yang ada semakin renggang.
Dulu kita pernah berjanji, untuk selalu menjaga persahabatan ini.
Namun, janji itu hanya omong kosong belaka.
Yang pasti tidak ada nyatanya.
Sebab, tidak ada hubungan di antara kita lagi, yang membuat hubungan kita semakin renggang.Aku hanya orang biasa. Yang suka berimajinasi.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.