Dulu kita selalu dekat.
Disetiap momen yang kita lakukan.
Penuh dengan canda tawa dan rasa kebahagiaan.
Kini semuanya telah berubah, dan hubungan kita menjadi renggang.
Dulu kita saling menyapa, dengan penuh cinta.
Dulu kita saling berbagi rasa, seperti sepasang saudara.
Kini semua itu telah hilang.
Suasana yang seperti dulu, kini telah tiada, kini telah menjadi renggang.
Apalagi sekarang kita telah berjauhan.
Tidak ada waktu untuk saling ketemuan.
Tidak ada celah lagi, untuk memperbaiki sebuah kesalahan.
Seiring berjalannya waktu, bukannya hubungan kita semakin membaik, yang ada semakin renggang.
Dulu kita pernah berjanji, untuk selalu menjaga persahabatan ini.
Namun, janji itu hanya omong kosong belaka.
Yang pasti tidak ada nyatanya.
Sebab, tidak ada hubungan di antara kita lagi, yang membuat hubungan kita semakin renggang.Aku hanya orang biasa. Yang suka berimajinasi.
RENGGANG
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
