DUNIA MAYA
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Sekarang kita berjauhan, wahai sahabatku.
Tidak saling berdekatan seperti dulu.
Hanya bisa bertemu lewat dunia maya.
Rasanya aku ingin kembali, mengulang kebersamaan yang penuh kenangan.
Dulu kita selalu bercerita bersama.
Sambil menanti waktu senja, wahai sahabatku, yang tercinta.
Sekarang hanya bisa bercerita lewat dunia maya.
Dengan ponsel, yang dibatasi oleh jarak dan ruang.
Dulu kita saling bersapaan.
Dulu kita sering bertatapan.
Sekarang hanya bisa bersapaan, lewat dunia maya.
Dengan sosial media, yang kita miliki saja.
Kini aku merindukan.
Masa-masa yang kita lewati bersama.
Secara langsung, tidak lewat dunia maya.
Yang penuh tantangan, rintangan dan keseruan.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.