Sekarang kita berjauhan, wahai sahabatku.
Tidak saling berdekatan seperti dulu.
Hanya bisa bertemu lewat dunia maya.
Rasanya aku ingin kembali, mengulang kebersamaan yang penuh kenangan.
Dulu kita selalu bercerita bersama.
Sambil menanti waktu senja, wahai sahabatku, yang tercinta.
Sekarang hanya bisa bercerita lewat dunia maya.
Dengan ponsel, yang dibatasi oleh jarak dan ruang.
Dulu kita saling bersapaan.
Dulu kita sering bertatapan.
Sekarang hanya bisa bersapaan, lewat dunia maya.
Dengan sosial media, yang kita miliki saja.
Kini aku merindukan.
Masa-masa yang kita lewati bersama.
Secara langsung, tidak lewat dunia maya.
Yang penuh tantangan, rintangan dan keseruan.
DUNIA MAYA
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 9 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
