"Nggak selamanya becanda itu menyenangkan", mungkin rada mirip kaya salah satu judul lagu *gue lupa itu aliran death metal atau dangdut?* yang judulnya "Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah". Menurut survei yang gue lakukan terhadap 1 kilogram ikan lele, 1 liter minyak goreng, 1 bungkus garam dapur, dan 1 orang tukang masak di warteg deket rumah gue *bentar bentar, ini hasil survei atau mau bikin ikan lele goreng?*, becanda yang paling nggak menyenangkan tuh yang kaya gini nih: *percakapan terjadi antara seorang cowok dan seorang cewek* Cowok: “Sebenernya, aku udah lama suka sama kamu. Kamu mau nggak temenin hari-hari aku?” Cewek: “Maksudnya? Pacaran gitu?” Cowok: “Bukan, jadi asisten gue. Ya menurut ngana aja? -____-” Cewek: “Hmm, iya deh, aku mau jadi pacar kamu.” *sang cowok pun lompat-lompat kegirangan mirip ikan lele lagi digoreng, kali ini bener-bener mirip lho, sayang banget Camera360 gue nggak sempat mengabadikan momen ajaib itu* *5 menit kemudian* Cewek: “Oh iya, sorry ya, yang tadi tuh aku Cuma bercanda kok.” *dan 5 menit kemudian, datanglah seorang cowok lain yang ternyata pacar aslinya si cewek* Ekspresi apa yang akan terjadi selanjutnya? Gue rasa, mungkin tuh cowok bakal langsung ngambil gitar, dan sambil nangis nyanyiin lagunya Afgan, “Terlalu sadis caramuuuuu”, dan di tengah-tengah aksi-nyanyi-sambil-nangis itu, si cowok masih sempet komentar, “Sorry kalo agak fals, huhuhuuu. ini senarnya lupa gue setem, huhuhuuu.” PS: Maaf yak kalo nggak lucu, namanya juga lagi belajar :P
Nggak Selamanya Becanda Itu Menyenangkan
- Penulis
- fakhry
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 8 kali dibaca
Kategori: Opini
Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik hiburan.
✨ Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.
