Mengenal emosi
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 3 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Emosi
Emosi itu ada yang masuk ke dalam Zona nafsu yang mengakibatkan energi menjadi low kok lemah (keluh, cemas, marah, takut, putus asa, sombong, sedih, dendam, sesal, nafsu, bingung, tergesa-gesa, trauma, membesar-besarkan keburukan orang, ingin diakui dan dipuji).
Ada juga yang masuk ke dalam zona ikhlas yakni syukur/rela, sabar, fokus, tenang, bahagia, semangat, fokus, harapan, sadar diri, rileks, memberikan maaf, adanya rasa pengakuan dari diri dan memberi pujian kepada orang.
Saat kita mengenali emosi, maka kita akan menyebutnya sebagai perasaan. Manusia itu awalnya "merasa" dulu baru "berpikir". Hal ini dapat dibuktikan dengan memperhatikan perkembangan anak-anak, mereka dapat dengan melakukan apapun seenaknya, mau bicara mengenai perasaan.
Perasaan terlebih dahulu berfungsi sebelum pikiran, meskipun ini bukanlah berarti sebelumnya pikiran itu tiada.
Perasaan itu terkadang hanya sekedar lewat saja, terkadang suka berlebihan.
Perasaan baik yang sekedar atau kebanyakan itu, dipicu oleh adanya ingatan. Hal ini menyebabkan gangguan energi yang terjadi sebagai proses antara yang berdampak pada munculnya emosi negatif dan perilaku pendukungnya.
Daftar Pustaka :
Sentanu, Erbe. (2009). The Science & Miracle of Zona Ikhlas. Jakarta : PT.Gramedia.
Sentanu, Erbe. (2012). Quantum Ikhlas. Jakarta : PT.Gramedia
Susanto, Dedy. (2012). Rahasia menguasai perasaan & pikiran pemulihan jiwa kekuatan ada saat aku ikhlas. Jakarta : Katalog dalam penerbitan, diedarkan oleh TransMedia.
Zainudin, Ahmad Faiz. Spiritual Emotional Freedom Technique SEFT cara tercepat dan termudah mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi. Jakarta : PT.AGRA Publishing
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.