Memulai Langkah Bersama melalui We Care!
- Penulis
- Nanda
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 3 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Kamus Disabilitas
Tag: fakultas psikologi UI, We Care
- Field Trip pada 7 November 2015
- Diadakan di Wisma Chesire, Jakarta Selatan
- Acara :
- Sharing dengan penyandang disabilitas mengenai kehidupan mereka
- Cooking Class
- Bemain bersama
- Peserta :
- Penyandang disabilitas dari Wisma Chesire
- Mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia
- Acara Puncak pada 21 November 2015
- Diadakan di Gedung RIK, Universitas Indonesia.
- Peserta :
- Mengundang mahasiswa penyandang disabilitas yang telah ikut berpartisipasi pada kegiatan We Care 2014, mengundang perwakilan BEM universitas-universitas lain yang belum hadir. Tujuan utama undangan ini adalah untuk membagikan pengalaman pengajuan pengadaan fasilitas umum penunjang aktivitas para mahasiswa penyandang disabilitas yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya. Diharapkan pengalaman advokasi ini dapat menjadi rekomendasi untuk tindak lanjut berikutnya.
- Menghadirkan pihak-pihak yang berkompeten sebagai narasumber, seperti komunitas yang fokus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, perwakilan ASEAN Disability Forum, dan pihak kementerian Indonesia (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Sosial) untuk memberikan feedback atas upaya ini dan memperjelas pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
- Acara :
- Menyerukan kesepakatan “Memulai Langkah Bersama” untuk Advokasi pengadaan fasilitas-fasilitas pendukung penyandang disabilitas di institusi masing-masing.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.