Berapa banyak lagi belati yang menghujam? Sampai kapan padik sayati relung jiwa? Bulir putih ini terlalu banyak yang terjatuh, Kadang membuat raga tak sanggup lagi untuk melaju. Tanpa disadari, napas kehidupan terus berjalan, Namun rasanya seperti melangkah menuju gerbang pintu larung yang dalam dan tiada akhir kedalamannya. Ya Allah. Tatkala pelangi terukir di bibirku, Sesungguhnya itu adalah kegetiran yang tersembunyi. Keindahan yang tampak justru menyimpan sejuta pahit di dalamnya. Jauh Tak terjangkau pandangan, Tak teraba dalam terang dan gelap. Ratusan purnama berlalu, Ribuan jam telah menjadi saksi Atas jatuhnya miliaran tetesan darah. Aku tak pernah tahu kapan akhirnya akan tiba. Ya Rabb, sudahi bilur ini.
Kidung Gaza

- Author
- nurulrahmah
- Published date
- Estimated reading time
- 1 min read
- Views count
- 50 kali dibaca
Category: KARFIKSI
Browse other interesting articles in the topics of religi, kesehatan mental, puisi, and curahan hati.
✨ Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! Submit your writing via email to redaksi@kartunet.com. You can read the complete guidelines on the Writing Guide page.
