Skip to Main Content

Pemuda Berkalung Hawa

Ilustrasi artikel: Pemuda Berkalung Hawa tentang KARFIKSI
Ilustrasi artikel: Pemuda Berkalung Hawa tentang KARFIKSI
Published date
Estimated reading time
1 min read
Views count
16 kali dibaca
WhatsApp X

Category: KARFIKSI

Pada jiwa mana kau harus berteduh Tak ada lain jalan Memang itu yang seharusnya Mana kala gumpal telah mencair Tetespun bisa saja menjadi embun Kadang pemuda itu rindu akan buih Mana kala ia telah menenang Berhambur ranju pada pita-pita satu ketukan Tapi, pemuda tetaplah manusia Jika temannya cerita elok rinjani Maka aku bisa lebih dari everest Jika sudah, Maka lengkap sudah muka pendosa muda Hawa.... Lagoon dari kisah yang disengaja 5 persen yang mengatakan aku tulus Pelengkapnya, semua pemuda sama saja Makanya, aku tak suka pemuda-pemuda itu Manamacam tyas 10 Kilo meter Bisa mengasuh paruh baya pelengkapnya Bukan salah, Menang adalah keinginan yang menderu Tipis antara deru mesin dan kocaknya rantai Sak kan badai menuju hitam beraroma rindu Bernama Hawa lain yang malam pasti tahu akan pembeda dari balik selimut yang menderu PranataWahyu

Browse other interesting articles in the topics of puisi, curahan hati, refleksi, and filosofi.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika