Lompat ke Konten Utama

Braille

Sinonim: Huruf Braille

Publikasi
Kamus Inklusi Kartunet
Tanggal rilis
WhatsApp X
Unduh PDF Istilah

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi suara (text-to-speech) dan buku audio, banyak pihak yang sempat berspekulasi bahwa penggunaan huruf Braille akan menjadi usang. Namun kenyataannya, Braille tetap diakui dan dipertahankan sebagai media literasi primer dan paling esensial bagi penyandang disabilitas netra untuk dapat sepenuhnya mandiri di era informasi.

Definisi dan Sejarah Singkat

Braille adalah sistem membaca dan menulis rabaan (taktil) bagi penyandang disabilitas netra dan rungu-netra (deafblind). Sistem ini pertama kali dikembangkan pada awal abad ke-19 (sekitar tahun 1825) oleh seorang pendidik tunanetra asal Prancis bernama Louis Braille. Pada mulanya, inovasi ini diadaptasi dari konsep "tulisan malam" (night writing) yang dirancang agar tentara dapat berkomunikasi dalam gelap tanpa bersuara, sebelum akhirnya disempurnakan oleh Louis Braille menjadi sistem alfabet perabaan yang kita kenal sekarang.

Sistem Sel dan Klasifikasi Braille

Sistem Braille tidak didasarkan pada lekukan yang menyerupai bentuk huruf cetak awas (latin), melainkan menggunakan sistem titik-titik timbul (embossed). Titik-titik ini diorganisasikan ke dalam matriks atau sel berbentuk persegi panjang yang secara standar terdiri dari enam titik. Melalui keenam titik (yang diidentifikasi sebagai titik 1 hingga 6) di dalam satu sel ini, dapat dihasilkan 64 konfigurasi berbeda untuk mewakili abjad, angka, tanda baca, simbol khusus, hingga lambang matematika dan musik.

Secara garis besar, teks Braille terbagi ke dalam dua tingkatan klasifikasi untuk memudahkan penggunaannya:

  • Braille Tingkat 1 (Braille Dasar / Uncontracted): Ini adalah sistem penulisan huruf demi huruf secara penuh. Tingkatan ini biasanya diajarkan pertama kali kepada pembaca pemula.
  • Braille Tingkat 2 (Braille Singkatan / Contracted): Mengingat karakter Braille membutuhkan ruang kertas yang jauh lebih luas daripada huruf cetak, Braille tingkat dua diciptakan menggunakan berbagai kombinasi singkatan untuk karakter dan kata-kata yang paling sering muncul. Penggunaan Grade 2 Braille (Singkatan) dapat menghemat ruang hingga 25%, membuat buku menjadi tidak terlalu tebal, dan sangat mempercepat laju membaca bagi tunanetra yang sudah mahir.

Braille sebagai Jalan Utama Menuju Literasi

Mengapa Braille tidak bisa sekadar digantikan oleh pendengaran (buku audio)? Buku Beginning with Braille menegaskan bahwa Braille adalah jalan utama menuju literasi yang sesungguhnya bagi anak-anak yang memiliki hambatan penglihatan. Braille memberikan kesempatan bagi pembaca tunanetra untuk mengakses teks secara mandiri, mengenali cara mengeja kata dengan benar, memahami format dokumen, dan mengidentifikasi simbol-simbol khusus. Belajar melalui pendengaran semata tidak dapat memberikan pengalaman literasi mekanis mengenai bagaimana sebuah bahasa terstruktur secara tertulis.

Braille di Era Digital

Braille tidak tertinggal oleh zaman digital. Standar kode Braille terus diperbarui secara global, seperti melalui adopsi Unified English Braille (UEB) untuk menjaga relevansi dan fleksibilitas kode ini di era elektronik. Selain itu, teknologi seperti layar Braille yang dapat diperbarui (Refreshable Braille Display) memampukan titik-titik Braille untuk muncul secara mekanis dari alat elektronik secara dinamis, sehingga tunanetra dapat langsung meraba dan membaca apa yang sedang tampil di layar komputer atau ponsel pintar mereka.


Referensi:

  • Hersh, M. A., & Johnson, M. A. (Eds.). (2008). Assistive Technology for Visually Impaired and Blind People. Springer.
  • Swenson, A. M. (2016). Beginning with Braille: Firsthand Experiences with a Balanced Approach to Literacy (2nd ed.). AFB Press.
  • Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor M.699/B.B1/GT.01.02/2024.

Aksesibilitas Digital

Seiring dengan semakin terintegrasinya kehidupan fisik dan ranah digital, akses terhadap teknologi informasi bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan hak asasi. Namun, bagi penyandang disabilitas, dunia...

Screen Reader

Dalam dunia teknologi inklusif, istilah screen reader (aplikasi pembaca layar) adalah salah satu inovasi paling vital bagi penyandang disabilitas netra. Secara sederhana, screen reader adalah...

Disabilitas

Istilah "disabilitas" kini semakin sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari maupun dalam perumusan kebijakan publik. Namun, pemahaman masyarakat mengenai apa sebenarnya makna dari disabilitas sering...

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.