Unta sumber utama virus Mers
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 2 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Kabar Virus Mers
Dokter meyakini dan menemukan adanya bukti pertama bahwa virus Mers diduga disalurkan melalui unta ke manusia.
Dari laporan BBC, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmu Kedokteran Inggris sudah menemukan virus yang identik dengan Mers di unta dan pemiliknya yang berusia 44 tahun dan berasal dari Arab Saudi serta sempat dirawat di rumah sakit Universitas King Abdullah di Jeddah karena saat merawat untanya ia menggunakan obat tetes hidung.
Sebuah analisis dari sampel virus dari unta dan pemilik menunjukkan bahwa gen penyakit dari keduanya identik.
681 kasus virus Mers menyebabkan 204 penderitanya meninggal semenjak terdeteksi pada Juni 2012.
Jonathan Bali yang merupakan seorang profesor ilmu pengetahuan virus di Universitas Nottingham mengatakan bahwa semua bukti menunjukkan unta sebagai pelakunya dimana hal ini mungkin menjadi kasus pertama yang dikarenakan virus tersebut identik.
Paul Kellam yang merupakan seorang profesir dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridge mengatakan bahwa penelitian ini memperjelas kalau unta sebagai sumber virus.
Namun, hingga kini kalangan peneliti belum menemukan bukti Mers telah menyebar dari manusia ke manusia.
WHO juga belum memberikan lampu merah seperti halnya penyakit pernapasan lain yakni SARS.
Arab Saudi mengumumkan peningkatan jumlah penderita Mers yang meninggal hingga 50%.
Virus Mers dapat menyebabkan batuk, demam, pneumonia. Kementrian kesehatan mengatakan bahwa meskipun jumlah kasus tersebut meningkat, terlihat melambat pada angka infeksi dimana sebanyak 353 telah sembuh dan 53 masih dalam perawatan.
Tariq (Kepala Dewan Penasihat Ilmiah Kesehatan) mengatakan "Meskipun jumlah kasus tersebut meningkat dari laporan yang sebelumnya dipubilkasikan, kami melihat adanya penurunan jumlah dalam beberapa kasus baru yang dilaporkan beberapa pekan terakhir.
Sumber :
Halaman 24 Internasional, Republika, Jumat, 6 Juni 2014
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.