Tips mengatasi Lupa
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Ingat kembali
-Menerima sebagai harfiah manusia biasa, namun harus dilawan
-Ingatkan yang bersangkutan mengenai janji/apa yang telah diucapkan/peraturan yang dilanggar
-Minum obat/suplemen, mohon maaf merek dagang tidak saya sebutkan
-Intropeksi diri apakah kita melawan perintah orang tua, menyakiti hati dan pikiran orang lain
-Sadari bahwa lupa menandakan otak lelah
-Tulis di agenda, kalender, reminder HP atau media apapun yang dimiliki (ini cukup efektif)
-Berusahalah untuk nulis/bicara dengan sugesti positif karena saat berkata lupa maka itu akan masuk ke alam bawah sadar dan membuat semakin lupa
-Berlatihlah dengan dibantu orang lain mulai dari hal kecil, misalnya menaruh buku
-Menerima kritik dan saran atau membuka diri karena pada dasar lupa itu yang perlu diingatkan oleh orang lain baik yang dikenal maupun asing
-Memahami setiap orang punya keterbatasan dengan empati/menempatkan diri menjadi orang lain/itu
Ini penting, soalnya kalau dibiarkan bisa menjadi disabilitas mental yakni Alzeimer.
Asahlah terus otak anda (http://kartinicenter.com/aneka-tips/415-tips-awet-muda-2.html)
Sejumlah data yang berhasil diungkap selama dua puluh tahun terakhir memastikan bahwa otak terus berkembang, mengembangkan neuron-neuron baru dan jaringan diantara neuron tersebut sepanjang hidup. Sebagai informasi tambahan, penyakit otak yang sering dihubungkan dengan pertambahan usia dapat dihilangkan dengan terus menstimulasi otak. Dr. Yakov Stern, Kepala Divisi Cognitive Neuroscience di Sergievsky Center, Universitas Columbia menyatakan bahwa “Individu yang terus menerus menstimulasi kehidupannya melalui pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hobi, akan mengurangi kecenderungan terkena Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan terkena Alzheimer berkurang sebesar 35 hingga 40%.”
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.