Surat Undangan
Surat bersampul putih segera aku bawa masuk kekamar, tak enak baca surat diteras, lampu yang kurang terang hanya akan membuat mataku sakit #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Surat Undangan
Tag
Ditemukan 55 artikel. Menampilkan halaman 3 dari 7.
Surat bersampul putih segera aku bawa masuk kekamar, tak enak baca surat diteras, lampu yang kurang terang hanya akan membuat mataku sakit #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Surat Undangan
Setiap hari Minggu kakek tua renta itu biasanya menuju komplek, karena ia tahu kalau kebanyakan penghuni komplek tidak ada dirumah bila hari kerja. Anehnya pengemis tua itu pandai berbahasa Belanda. Kadang sambil berjalan, ditengah perjalanannya yang tak jelas kemana ia sering bersenandung menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Halo-halo Bandung. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Pusaka Indonesia
Hari-hari perkenalan lingkungan kampus pun berlalu dan berlangsung dengan berbagai dialog, canda, tawa serta cerita yang tak dapat diurai dengan sebuah kata-kata. Hari-hari yang sangat mengesankan dalam perjalanan pertamaku di kota perantauan sebagai seorang mahasiswa, aku pun sudah mempunyai beberapa orang teman akrab meski sebelumnya kami tidak pernah bertemu tapi entah mengapa kami bisa begitu cair walau baru beberapa hari berkenalan. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Saksi Senja
Udara di rumah itu berubah drastis. Aroma hujan yang tadinya sangat disukai Aba kini mengembalikan pada peristiwa 40 tahun lalu. Suara letupan seperti mercon, dan teriakan-teriakan orang-orang yang marah dan tangisan minta tolong Emak membawa suasana hati Aba tak menentu. Dalam lubuk hatinya, ia ingin melihat apa yang terjadi waktu itu, hanya saja Aba memang terlahir tidak melihat. Sejak dilahirkan, hingga sekarang Aba tetap memendam luka dalam ingatannya. Suara parau Emaknya, mengiringi hidup Aba selama ini. Hingga Putri satu-satunya mengingatkan kembali ke masa itu. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel CITRA LEMBAYUNG
Remaja itu kelihatan menyedihkan; Lihat tubuh yang berbalut jaket tebal itu; kecil, kurus, dan Nampak rapuh. Lihat kerutan didekat bibir ceri yang mempesona, Nampak bekas senyum senduh yang dipaksakan. Lihat airmata ddipipi tirusnya, airmata yang terus menetes semenjak dia kecil. Dan lihat mata sayu dibalik lensa kacamata itu, semua emosi terterah disana. Sedih, lukah, kesal, semuanya campur-aduk jadi satu. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Cinta dan persahabatan
Sambil senyum-senyum, Ayu mencoret-coret Kawruh Basa Jawa milik kang masnya itu. Digambarinya bagian kosong buku tebal itu dengan sketsa perawakan Bagus dengan perwujudan mirip tokoh pewayangan petruk dan ditambahi kata-kata “Jelek tapi ngangeni”. Kebiasaaan meninggalkan coretan gurauan di kertas kosong itu memang sudah jadi tabiat anak muda zaman dulu. Walau rumah mereka berdekatan, Bagus dan Ayu tak jarang juga menuliskan surat sebagai media komunikasi. Isinya hanya hal sepele, misal pantun atau rayuan gombal saja. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel PERANG BATIN JEJAKA ANAK PAK LURAH
Tanganku bergerak menyalakan CPU. Tak lama aku sudah asyik menjelajahi halaman facebook ku. Senang sekali rasanya, setelah facebook diciptakan aku jadi bisa kembali menghubungi teman-teman lamaku. Sedang sibuk menelusuri beranda, sebuah pop up pesan muncul di bagian atas layar. Sebuah pesan dari seseorang yang begitu familiar dalam ingatanku muncul disana. Dengan degdegan ku klik pop up tersebut sehingga tampilan berubah ke ruang obrolan orang itu. “Hai, Freya. Long time no see.” Begitulah kira-kira isi pesannya. Jemariku membeku di atas keyboard. Aku bahkan tidak ingat pernah mengirimkan permintaan atau mengkonfirmasi pertemanan dari akun ini. Entah ada angin apa, dia kembali. #Cerpen #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel Cerpen Tomorrow x Together, Or Not
Buat yang pernah jadi pemuja rahasia, pasti tahu rasanya jadi tokoh di #Cerpen ini. Apalagi di zaman ketika cinta masih bermodalkan sekantong uang koin Rp 100 untuk dapat mendengar suara yang terkasih dari kotak telepon umum. #KisahKlasikMasaLampau... Baca Selengkapnya mengenai artikel ANDAI DIA TAHU
Melanie, anak panti berbakat menyanyi, tetap tegar menghadapi perlakuan kasar dan larangan tampil dari pemilik panti, percaya akan takdir baik.... Baca Selengkapnya mengenai artikel Anak Panti Jadi Penyanyi
Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.