Lompat ke Konten Utama

Sendiri..

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
9 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Tag: puisi

Unduh Artikel PDF

Aku berdiri Pada tepi kesunyian hati Menatap sendu mentari Cahayanya menyilaukan mataku kini   Aku mencari Sesosok diri yang ku rindui Separuh hati Yang menjadi belahan jiwa ini   Pada hari itu Ku temukan kau di sudut sepi Tersenyum, Meski tak pernah kau lihat pagi   Tidakkah kau takut Hidup dalam kegelapan? Tidakkah kau bosan Tinggal bersama warna hitam? Kau pun berkata dengan tenang, Sebab Tuhan masih di sana, Menjadi Pemilik dan Penolong bagi kita   Bila dapat ku tanya Pada siapa hati itu kau labuhkan? Agar ku temukan arah, ke mana aku harus melangkah   Mungkin hari ini, Ataukah esok. Kau akan tahu, Matahari telah terbit di hatiku   Mungkin hari ini, Ataukah esok. Kau akan menjadi jawaban Dari setiap do'aku   Mungkin hari ini, Ataukah esok. Tuhan mengizinkan kita tuk bersatu.   Mungkin hari ini, Ataukah esok. Semua kisahmu kan kembali berganti menjadi titik dalam diri.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.