Lompat ke Konten Utama

Sendiri..

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
5 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Tag: puisi

Aku berdiri

Pada tepi kesunyian hati

Menatap sendu mentari

Cahayanya menyilaukan mataku kini

 

Aku mencari

Sesosok diri yang ku rindui

Separuh hati

Yang menjadi belahan jiwa ini

 

Pada hari itu

Ku temukan kau di sudut sepi

Tersenyum,

Meski tak pernah kau lihat pagi

 

Tidakkah kau takut

Hidup dalam kegelapan?

Tidakkah kau bosan

Tinggal bersama warna hitam?

Kau pun berkata dengan tenang,

Sebab Tuhan masih di sana,

Menjadi Pemilik dan Penolong bagi kita

 

Bila dapat ku tanya

Pada siapa hati itu kau labuhkan?

Agar ku temukan arah,

ke mana aku harus melangkah

 

Mungkin hari ini,

Ataukah esok.

Kau akan tahu,

Matahari telah terbit di hatiku

 

Mungkin hari ini,

Ataukah esok.

Kau akan menjadi jawaban

Dari setiap do'aku

 

Mungkin hari ini,

Ataukah esok.

Tuhan mengizinkan kita

tuk bersatu.

 

Mungkin hari ini,

Ataukah esok.

Semua kisahmu kan kembali

berganti menjadi titik dalam diri.

Tentang Penulis

mulyatisholeha

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.