school mapping hazard mutlak disosialisasikan di daerah rawan bencana
- Penulis
- dwityasobat
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 4 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Opini
| Bahaya | Solusi |
| Penataan ruang kelas | Ruang kelas harus aksesibel untuk difabel netra. Aksesibilitas harus mencakup keselamatan, kemudahan, kegunaan, dan kemandirian. Sebisa mungkin difabel netra belajar di ruangan yang memudahkan ia untuk bermobilitas. Perlu diingat, jika terjadi perubahan tata letak, perlu diinformasikan kepada difabel netra. |
| Lemari | Lemari jangan diletakkan terlalu dekat dengan siswa maupun guru. Hindari meletakkan barang-barang di atas lemari. Lemari dapat diberi segitiga siku dan dipakukan ke dinding agar kuat. |
| Selokan | Ditutup dengan grill agar tak membuat terperosok. Dengan adanya grill, air bisa masuk dalam selokan, kalau ada sampah, grill bisa diangkat dan bisa dipasang kembali.[1]Jika tak ada grill difabel netra bisa terperosok. |
| Tangga | Dibuat tidak terlalu curam dan tidak licin |
| Tiang Bendera | Tidak dibangun di wilayah yang sering digunakan untuk bermobilitas. |
| Sumur | Sumur diberi penutup, misalnya papan kayu. |
| Pendukung | Keterangan |
| Meja | Meja yang kuat dapat digunakan untuk berlindung jika difabel netra berada di ruangan. |
| Tas | Untuk melindungi kepala saat akan keluar ruangan. Menghindari dari tertimpa genting maupun benda lain. |
| Halaman | Halaman yang luas dapat digunakan untuk evakuasi ketika bencana gempa terjadi. |
| Tongkat | Diperlukan untuk menganalisis keadaan. Jika tak memungkinkan, dapat traillingsaja dengan tangan. |
| Pemandu bagi difabel netra | Diperlukan jika difabel netra belum memiliki kemampuan O&M yang memadai. |
| Alas kaki (sandal, sepatu) | Untuk menghindari pecahan kaca atau benda-benda berbahaya lainnya. |
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.