Pulau Moyo
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 2 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Liburan
Pernahkah kesana? Aku sih belum, semoga bisa kesana. Apa sih Pulau Moyo?
Pulau Moyo adalah sebuah pulau yang berada di Kabupaten Sumbawa, pulau ini memiliki potensi wisata bahari dan alam yang asli baik flora maupun fauna.
Wisata baharinya adalah lukisan senja saat matahari menerpa laut yang indah dan romantis dinikmati bersama pasangan, hamparan terumbu karang yang memiliki area untuk snorkling dan diving/menyelam.
Untuk berwisata disana, dapat melakukan penghematan anggaran dengan cara :
-Menginap di rumah warga (melobi dengan harga yang wajar, karena kalau menyewa home stay akan terkena Rp.200.000/malam)
-Sediakan pemandu lokal supaya mendapat informasi dan tidak tersesat
-Apabila ingin melakukan aktivitas trekking dan wisata pantai, bekali dengan sepatu boot serta perlengkapan pantai
-Kamera Underwater (ini penting untuk mendokumentasikan keindahan laut saat snorkling/diving)
Lalu, untuk ke Pulau Mayo bagaimana?
-Dengan jalur darat melalui Pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat, lalu lakukan perjalanan darat menuju Sumbawa Besar selama 2-3 jam sepanjang 93 Km.
-Sewa kendaraan umum dari Pelabuhan Pototano, gunakan bis umum dengan Rp.25.000/orang, dan dari Sumbawa Rp.4.000 untuk mencapai Muara Kali atau dermaga penyeberangan ke Pulau Mayo
-Dari Muara Kali ke Labuan Aji Rp.25.000 dan khusus kamis gratis!
-Ketahui jam berapa kapal rakyat tiba dan berangkat.
Tiba pukul 09.00 WITA dan berangkat jam 11.30 WITA.
-Menyewa sampan motor dari warga Muara Kali untuk menyerberang ke Pulau Mayo sebesar Rp.400.000-600.000
-Sewa speedboat dengan RP.3.000.000 pulang pergi.
Sumber :
Republika, Jelajah, Ahad, 22/6/2014 halaman 6 dan 7.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.