Lompat ke Konten Utama

Puisi: Ratapan Dewi Hutan

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
28 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Unduh Artikel PDF

Kudengar bisikan angin yang mendayu,

Merayu pepohonan yang diam namun perlahan berdansa

Di tengah hutan yang setiap cabangnya bergemerisik sendu,

Bersama suara sungai yang mengalun merdu

Bak nyanyian dewi hutan yang pilu.

Tanganku terangkat menggapai bintang yang berkilauan bak permata,

Tapi bintang itu tak mudah kugenggam,

Ia bisa kugapai, iya,

Tapi tak mampu kumiliki seperti cincin di jemariku,

Bukan seperti kalung yang melingkar indah di leherku.

Oh, bisakah kau dengar, rembulan?

Ku ingin memiliki satu saja bintang di langit,

Tak untuk kugenggam selamanya,

Tapi daku ingin menyimpannya di hati,

Membawanya sepanjang hidupku.

Tak banyak permintaanku, hanya satu bintang,

Yang kan kujaga dalam dadaku, menjadi denyut jantungku,

Kan kupeluk ia selamanya, hingga denyutku berhenti,

Atau tubuhku tetap abadi dalam cahayanya,

Hingga dunia lupa padaku yang pernah mendamba.

Tiada ingin daku melepasnya, walau seribu bintang datang,

Tiada ingin daku menggantinya dengan kilau yang lain,

Maka berikanlah daku, oh rembulan,

Satu saja kawanan bintangmu untuk kupegang selamanya,

Jatuhkan ia ke dalam pangkuanku, dan kan kujaga ia.

Tentang Penulis

nurulrahmah

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Suka artikelnya?

Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.

WhatsApp X

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.