Skip to Main Content

Puisi: Kembali

Ilustrasi artikel: Puisi: Kembali tentang KARFIKSI
Ilustrasi artikel: Puisi: Kembali tentang KARFIKSI
Published date
Estimated reading time
1 min read
Views count
16 kali dibaca
WhatsApp X

Category: KARFIKSI

Di senja hari, Kutatap mentari terbenam, Yang mengingatkanku akan dirimu. Sepintas kenangan melintas di pikiranku, Kenangan bersamamu yang singkat, Namun aku selalu mengingatnya. Aku larut dalam kenangan, Sesalku merasuk dalam jiwa. Saat ku menjauhimu, Saat rasaku nyaris hilang untukmu. Aku terlalu tergoda untuk berpaling, Padahal kau nyaris dalam genggaman. Maafkan aku. Tapi aku kembali sekarang. Aku masih di sini, Kembali menanti kepulanganmu. Aku terlalu sering melakukan kesalahan yang sama, Tapi aku berusaha ini yang terakhir. Aku tak akan pernah menyia-nyiakanmu lagi. Jauh di lubuk hati, Masih ada rasa untukmu. Di dinding hatiku, Masih terlukis wajahmu. Di rongga hatiku, Masih tersimpan rekaman suaramu. Di dalam memoriku, Masih tersimpan kenangan denganmu. Kasih, aku sangat menyesal. Tak pernah aku merasa begitu kacau sebelumnya, Dan aku tahu apa sebabnya. Maafkan aku. Maafkan aku yang terlalu bodoh ini. Kuharap segalanya dapat kembali seperti dulu, Karena aku tidak berbalik, Aku hanya sedikit berbelok dengan tak sengaja. Tapi kini aku berjanji, Tak akan ada belokan lagi, Tak akan ada tikungan lain lagi, Cukup lurus, destinasiku adalah dirimu.

Browse other interesting articles in the topics of puisi.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! You can submit your writing easily and read the complete guidelines on the Write for Us page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.

Chat Avika