Lompat ke Konten Utama

Puisi Ekhom Abiyasa

Penulis
Zday
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
2 menit baca
Jumlah pembaca
10 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Sajak Rembulan

Telah lama aku tak bercakap-cakap dengannya

Mendung telah merenggutnya

Musim telah mencuri dariku

Dingin benar hari-hari ini

Hujan yang turun membasahi reranting dan tanah kampung

Selamat malam kata yang sering kau ucapkan, hai Bulan!

Pada bayangbayang yang bersembunyi dibalik batu

Karanganyar, 28 Oktober 2010

Sajak buat Dwi Prihatin

Si Dwi tidak sekolah karena tidak punya biaya

Bisu dan tuna rungu

Membuatnya sempit dunia

Setiap hari mencari rumput buat sapi kesayangannya

Dunia terlipat untuknya

Menggeliat dalam deras informasi

Hidup terbelenggu  padang luas gersang

Si Dwi yang rungu

Belum sunat karena biaya

Padahal sudah 18 tahun

Sabar ya, Dik. nanti kalau ada uang

bahasa apa yang harus dimengerti ?

Sebab kebisuan tumbuh

Mungkin keheningan batinnya ingin berontak pada takdir

mengapa pintu tertutup ?

Hanya bahasa diam dan isyarat

Si Dwi bocah lugu di jaman globalisasi

Penuh peluh ketika pulang menggembala sapi

Sebentar terdengar adzan maghrib di petang hari

Sungguh malang nasibmu

Tapi, tegarlah banyak hikmah hidup ini

waktu dan usia tak tahu kapan terlepas ?

Masih panjang perjalanan yang harus di ukir

Karanganyar Solo, 190707

 

 

Melati Sunyi

Semerbak melati sunyi

di ruang kelana

Beranda patah yang terjaga

Romantika sepasang kekasih

Berjelaga kian muram

Di tepi hati yang bersemi

Rerintik hujan membawa beberapa larik rindu

Pada tebal bibir seorang pemanggul kata

Ia taburkan sedikit kisah pada hidupnya

Melati sunyi yang ranum

Wajahnya mengental dalam hati

Sekian waktu berapa lama ia akan terjaga

Menjaga yang ia cinta

Duhai, pemanggul kata

Ikhlaslah memelukku erat

dalam pertapaan rona jingga

yang kian berat kala matahari berpendar cahaya

yang sunyi beralamat pada hati seorang saja

Dia.

Melati sunyi yang kurindu dan kunantikan suatu saat

Karanganyar Solo, 30 April 2012 

Penulis: Ekhom Abiyasa

Penulis merupakan penikmat sastra terutama puisi. Karya-karyanya dipublikasikan di Solopos, Suara Merdeka dan dunia maya. Puisinya termaktub dalam Requiem Bagi Rocker (Taman Budaya Jawa Tengah 2012), Wuyung Ketundhung (Pawon Sastra Solo 2012), Satu Kata: Istimewa (72 Penyair tentang Jogja 2012).

Redaktur: Putri Istiqomah Priyatna

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik puisi.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.