SIDOARJO - Calon penumpang pesawat yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya seperti harus lebih disiplin untuk mengatur jam keberangkatan.
Pasalnya, mulai 1 Juni pengelola bandara meniadakan announcement bandara atau pemberitahuan jadwal penerbangan melalui pengeras suara di bandara, Rabu (21/5/2014).
Sebagai penggantinya, calon penumpang bisa melihat dan mengatur sendiri jadwal keberangkatannya melalui teks berjalan atau running text yang berada di dalam bandara.
Seluruh calon penumpang pesawat kini bisa langsung menuju ke pintu keberangkatan pesawat meski hanya melihat jam penerbangan dan daftar gate yang ada pada tiket pesawat.
General Manager Pt.Angkasa Pura 1 Surabaya, Trikora Harjo, mengatakan, announcement bandara ini sengaja ditiadakan sebagai upaya untuk menambah kenyamanan calon penumpang di bandara.
Ini disebabkan, kebisingan announcement bandara yang hampir setiap 2 menit selalu berbunyi menginformasikan jadwal penerbangan pesawat dinilai dapat mengganggu kenyamanan penumpang.
Untuk awalan, penghapusan program announcement bandara diberlakukan di terminal 1 dan terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya.
sumber: Okezone News
Pengumuman Suara akan Ditiadakan di Bandara Juanda
- Penulis
- Dimas P. Muharam
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 5 kali dibaca
Kategori: Opini
Tentang Penulis
Editor-in-chief Kartunet.com. Hobi baca, menulis, dan mendengarkan audiobook.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Mewujudkan '7 Pilar Akomodasi Layak' Lewat Modifikasi Kurikulum di Sekolah Inklusif
Menerima siswa disabilitas saja tidak cukup! Pelajari bagaimana sekolah inklusif wajib mewujudkan 7 Pilar Akomodasi Layak melalui strategi modifikasi kurikulum seperti eskalasi, simplikasi, hingga substitusi agar pembelajaran benar-benar tepat sasaran.
Mengangkat 'Massase' dari Pekerjaan Tradisional Menjadi Profesi Tersertifikasi di Industri Formal
Lebih dari 70% tunanetra berprofesi sebagai pemijat di sektor informal. Pelajari bagaimana sinergi antara SLB, Kemendikdasmen, dan LSP Pertuni siap mensertifikasi profesi masseur agar tunanetra dapat bersaing menembus kuota tenaga kerja di industri formal dan perhotelan!