Lompat ke Konten Utama

Minimnya Kepedulian pada Penyandang Disabilitas

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
0 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Opini

Sekitar bulan November 2013, pukul 12.30 saya pulang sekolah dan naik sebuah angkot yang terbilang cukup penuh penumpangnya. saya duduk di paling belakang dengan sangat berdesak-desakan.

Pada saat angkot yang saya tumpangi berhenti di depan pasar, 2 penumpang turun, dan seorang penyandang downsyndrom berseragam SD naik  ke angkot ini bersama ibunya. karena kondisi angkot sangat penuh, jadi penyandang downsyndrom tersebut duduk di paling depan, sedangkan ibunya duduk di belakang sopir. namun sayangnya, kursi yang diduduki penyandang downsyndrom tersebut sangat sempit karena orang yang duduk melebihi kapasitas. Lalu ia berkali-kali mencoba memberi tahu ibunya dengan berkata ''sempit..sempit'', dia berulang kali merengek. namun, ibunya justru memarahi dia dg berkata kurang lebih seperti ini "Diam! Mau diturunin apa!" Padahal ini tempat umum, tanpa rasa malu si ibu memarahi anaknya.

Ironisnya, kenapa ibu penyandang downsyndrom tersebut tidak tukar posisi duduk dengan anaknya supaya dia merasa nyaman? Jelas-jelas postur tubuh anaknya tersebut lebih besar dari ibunya dan tempat duduk si ibu lebih longgar atau knp orang yang duduk disamping penyandang downsyndrom itu tidak mengalah saja?

Tentang Penulis

yolandasimbolon

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.