Lompat ke Konten Utama

Penggusuran Raibkan Prikemanusiaan

Penulis
desur
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
5 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: Opini

Sehela pisau menabur luka, Sehela nafas menebar duka
Senyum melempar tangis, Sejengkal tanah menari-nari. Sijago merah melalap hati
Benarkah antara si kaya dan Sang miskin, Sejauh jarak Peluru dan Pistol
Cobalah mengerti hati kami yang dongkol Manatap ujung sepatumu yang tanpa sol

Meski di atas sampah kami terhanyut
Tak sekalipun mengusir nyamuk
Sehari saja kau datang menginjak
Gores tanganmu menusuk pinggang sampai ketiak

Tak ada guna kami berontak, Seraya nyamuk dilahap cecak
Nasib kami di atas metrai bercetak
Tergores tinta hitam yang pekat

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik puisi.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.