Menyambung artikel yang berjudul Mengatasi Problem umum pada anak dengan perspektif Psikologi (part 1), maka akan di tuliskan kelanjutannya di bawa ini. 5. Gigit kuku segera atasi berikan rasa aman secara Psikologis pada anak yaitu dengan tiada membuatnya merasa terpojok tumbuhkan konsep diri yang positif tanggapi keluhan dengan penuh perhatian bantu anak agar memiliki kebiasaan baik dalam hal merawat kuku berikan kegiatan yang membuat anak beralih dari kuku libatkan anak untuk ikut membantu mengatasi masalahnya sendiri dengan mengajaknya diskui 6.nyoret ruang tamu berikan 1 wilayah khusus dimana itu bisa menjadi tempat anak bebas merdeka untuk oret-oretan dukung anak karena saat menyoret, anak sebenarnya sedang melatih koordinasi gerakan otot-otot motorik halus yang ini akan membuatnya sampai pada aktivitas yang lebih tinggi dan majemuk yaitu kemampuan menggambar atau menulis, bukan hanya itu saja, anak juga belajar untuk memusatkan perhatian pada pekerjaan tertentu saat oret-oret itu. arahkan mencoret dengan membentuk garis lengkung dan lurus seperti huruf a,i,u,e,o tetap tenang dan asyik berhenti mengomel 7.jagoan yang penakut kenali proses awal terbentuknya rasa takut dan cemas perkenalkan kembali yang ditakuti dengan menumbuhkan rasa senang obati secara bertahap sabar atasi dengan penuh kasih sayang tiada melakukan pemaksaan 8.melamun bedakan apakah ini kegiatan yang berlebihan dengan yang alami, berikan kesempatan untuk anak melakukan kegiatan ini, hal ini dikarenakan melamun atau berkhayal berkaitan erat dengan perkembangan kreativitas berusahalah memahami isi khayalan bina komunikasi efektif bantulah cari jalan keluar, ini akan menghindari anak terbeban secara emosi hadapi dengan optimisme yang tinggi 9.serba ingin tau kenali tahap perkembangan dalam Psikologi berikan jawaban dengan tulus, hal ini dapat membuat anak semakin terdorong semangatnya untuk mempelajari hal-hal baru yang belum pernah diketahui sehingga akan meningkatkan kompetensinya dalam kreativitas yaitu kemampuan untuk menemukan suatu masalah yang diperjelas dengan jalan bertanya. hadapi dengan sabar 10.mengigau mengenali emosi anak tiada perlu untuk menghubungkan ini dengan penghuni rumah (gaib) yang bikin merinding ciptakan suasana hangat pada jiwa anak misalnya dengan memeluk dan mengecup dengan hati-hati usahakan untuk menciptakan suasana sejuk dan damai ketika anak akan pergi bobo' (misal dengan membacakan dongeng) hindarkan kegiatan fisik dan emosi yang berlebihan pada saat menjelang tidur usahakan agar kita sendiri juga dalam keadaan emosi yang stabil (tenang) 11.pemalu berhenti membanding-bandingkan berhenti menyudutkan berusahalah untuk menerima apa adanya tumbuhkan kembali rasa percaya diri yang selama ini kurang berkembang berikan ucapan yang tulus berikan semangat berikan kesempatan untuk tampil di depan umum libatkan dalam berbagai lomba ukut kemampuan dengan membandingkan diri anak dengan orang lain berhenti menuntut anak untuk terlalu berprestasi biarlah bila belum menang hentikan tuntuttan yang berlebihan berhentilah untuk selalu mengecilkan anak, hal ini hanyalah akan membiat anak memiliki konsep diri yang kurang positif 12.mudah merasa cemas kenali proses perkembangan dalam Psikologi hilangkan tuntutan (harus rapi, harus selalu tampil prima, harus duduk di depan meja makan untuk makan pagi, selalu menjadi anak manis, harus duduk mengerjakan PR dengan nada menakuti "Ibu tiada menginginkan anak Ibu menjadi anak yang bodoh kelak!", dan ambisi lainnya) coba rubah ekspresi wajah menjadi penuh senyum dan kasih sayang menerima diri anak apa adanya, lengkap dengan segala kekurangannya cobalah memberi sedikit kelonggaran 13.hiperaktif menerima keadaan anak serta membimbingnya dengan penuh kesabaran mengetahui bahwa ada kemungkinan adanya kerusakan pada otak sebagai penyebab hiperaktivitas, cobalah periksakan ke tenaga medis pelajari tahap perkembangan Psikologi, tenang saja, ini tiadalah berkelanjutan cari komplikasi yang muncul sebagai akibat dari luka jiwa karena perlakuan yang diterimanya dan membuatnya menjadi korban perlu sikap yang lebih bijaksana dari semua pihak berusahalah memahami keadaannya dan membimbingnya dalam melakukan beberapa aktivitas sederhana yang nyata buanglah stigma negatif/prasangka/mental blocking terus iringi dengan pola komunikasi yang efektif antara anak dan orang tua atau pengasuh 14.menggambar dengan tangan kiri berhenti mengingatkan dengan jengkel berhentilah ribut dengan anak kenali apakah ini termasuk ke dalam kidal apa bukan? pertimbangkan kembali dan akan lebih baik untuk menghilangkan/hapus stigma negatif/prasangka/mental blocking terimalah secara wajar dengan lapang dada berhentilah melakukan pemaksaan, hal ini hanya akan menimbulkan berbagai masalah kejiwaan (disabilitas mental), misalnya rasa cemas atau gagap Daftar Pustaka : Psikologi Seri Anak 2 Mengatasi Problem anak sehari-hari. Dr.Seto Mulyadi. 1997. Jakarta : PT.Gramedia
Mengatasi Problem umum pada anak dengan perspektif Psikologi (part 2)

- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 4 menit baca
- Jumlah pembaca
- 15 kali dibaca
Kategori: Opini
Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik anak, parenting, tips, dan psikologi anak.
✨ Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.
