Skip to Main Content

Lukisan Jari

Published date
Estimated reading time
1 min read
Views count
2 kali dibaca
WhatsApp X

Category: KARFIKSI

Genap sewindu mengenalmu
Bertumpuk surat, beratus perangko
Suaramu renyah di lembar kertas
Tawamu mengalir pada tinta biru

Aku berani menebak
Kau pasti gadis serupa bola bekel
Mainanmu tempo dulu
Tak sabar segera menemuimu

Matahari di atas topi hitam
Aku berdiri tepat di depan pintu museum
Namamu terpampang di papan putih
Seorang wanita muda menyuruhku menunggu, “Kau kah itu?”

Wanita di depanku bercerita
Kau pemilik bangunan ratusan lukisan
Lentik jarimu menari indah di tembok
Kagumku memenuhi ruangan

Wanita muda itu berlalu memanggilmu
Kulepaskan topi
Kuatur detak jantung
Suaramu merdu di belakang

“Selamat datang, maaf lama menunggu.”
Kuputar badan secepat kilat, dan
Serasa halilintar menyambar kesadaran
Mendapati kau berdiri, tanpa bola mata

Browse other interesting articles in the topics of puisi.

Contribute to Kartunet: Have a story, opinion, or interesting experience regarding disability and inclusion? We would love to publish your work! Submit your writing via email to redaksi@kartunet.com. You can read the complete guidelines on the Writing Guide page.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.