Berapa banyak lagi belati yang menghujam?
Sampai kapan padik sayati relung jiwa?
Bulir putih ini terlalu banyak yang terjatuh,
Kadang membuat raga tak sanggup lagi untuk melaju.
Tanpa disadari, napas kehidupan terus berjalan,
Namun rasanya seperti melangkah menuju gerbang pintu larung yang dalam dan tiada akhir kedalamannya.
Ya Allah.
Tatkala pelangi terukir di bibirku,
Sesungguhnya itu adalah kegetiran yang tersembunyi.
Keindahan yang tampak justru menyimpan sejuta pahit di dalamnya.
Jauh
Tak terjangkau pandangan,
Tak teraba dalam terang dan gelap.
Ratusan purnama berlalu,
Ribuan jam telah menjadi saksi
Atas jatuhnya miliaran tetesan darah.
Aku tak pernah tahu kapan akhirnya akan tiba.
Ya Rabb, sudahi bilur ini.
Kidung Gaza
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 26 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (1)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Dimas
Bagus lanjutkan ya.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Mewujudkan '7 Pilar Akomodasi Layak' Lewat Modifikasi Kurikulum di Sekolah Inklusif
Menerima siswa disabilitas saja tidak cukup! Pelajari bagaimana sekolah inklusif wajib mewujudkan 7 Pilar Akomodasi Layak melalui strategi modifikasi kurikulum seperti eskalasi, simplikasi, hingga substitusi agar pembelajaran benar-benar tepat sasaran.
Mengangkat 'Massase' dari Pekerjaan Tradisional Menjadi Profesi Tersertifikasi di Industri Formal
Lebih dari 70% tunanetra berprofesi sebagai pemijat di sektor informal. Pelajari bagaimana sinergi antara SLB, Kemendikdasmen, dan LSP Pertuni siap mensertifikasi profesi masseur agar tunanetra dapat bersaing menembus kuota tenaga kerja di industri formal dan perhotelan!