Kidung Gaza
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 7 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Berapa banyak lagi belati yang menghujam?
Sampai kapan padik sayati relung jiwa?
Bulir putih ini terlalu banyak yang terjatuh,
Kadang membuat raga tak sanggup lagi untuk melaju.
Tanpa disadari, napas kehidupan terus berjalan,
Namun rasanya seperti melangkah menuju gerbang pintu larung yang dalam dan tiada akhir kedalamannya.
Ya Allah.
Tatkala pelangi terukir di bibirku,
Sesungguhnya itu adalah kegetiran yang tersembunyi.
Keindahan yang tampak justru menyimpan sejuta pahit di dalamnya.
Jauh
Tak terjangkau pandangan,
Tak teraba dalam terang dan gelap.
Ratusan purnama berlalu,
Ribuan jam telah menjadi saksi
Atas jatuhnya miliaran tetesan darah.
Aku tak pernah tahu kapan akhirnya akan tiba.
Ya Rabb, sudahi bilur ini.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (1)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Dimas
Bagus lanjutkan ya.
Artikel Terkait
Merah Matahari #1
Sequel dari serial Langit Senja yang menggunakan sudut pandang Rekta, Merah Matahari menyuguhkan cerita dari pandangan Senja yang tunanetra.
Kehilangan Penglihatan, bukan Akhir dari Dunia
Kehilangan penglihatan sering memicu depresi dan hilangnya rasa percaya diri. Temukan bagaimana sistem CVI di Inggris memberikan dukungan psikologis bagi tunanetra, dan pelajari pentingnya pelatihan soft skills dalam memulihkan kemandirian serta mental penyandang disabilitas di Indonesia.