Kartunet di D'Terong Inspirasi Indosiar 14 Juli
- Penulis
- akselerasi
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 4 kali dibaca
Kategori: Kabar Kartunet
Jakarta - Pada Senin malam yang lalu, Alhamdulillah Kartunet kembali diberi kesempatan untuk berbagi inspirasi dan pengalaman kepada masyarakat melalui media televisi. Kali ini Indoesiar mengajak kami untuk bercerita mengenai Kartunet dan menginspirasi pemirsanya.
Hadir sebagai perwakilan dari Kartunet yaitu bung Riqo, Irfan, dan Dimas. Segemen inspirasi dalam program D'Terong Indosiar yang dipandu oleh Irfan Hakim dan Ramzi itu mengajak kami untuk bercerita mengenai awal mula berdirinya Kartunet, motivasi, serta bagaimana internet dapat membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas. Juga mengenai Kartunet yang memulai bertransformasi ke arah social enterprise yang berusaha memberdayakan potensi penyandang disabilitas di bidang digital sehingga menjadi peluang lapangankerja baru.
httpv://www.youtube.com/watch?v=-xHd5OSeFKs
Acara D'Terong di Indosiar pada dasarnya adalah program hiburan dengan porsi utama pada pertunjukan musik Dangdut. Acara dipandu oleh Ramzy, Irfan Hakim, dan Rina Nose. Ada juga sebagai juri atau komentator yaitu Saiful Jamil, Inul daratista, Iis Dahlia, Ivan Gunawan, dan artis-artis ibukota lainnya. Khusus di bulan Ramadhan, ada satu sesi sekitar 10 hingga 15 menit dalam D'Terong Indosiar yang dinamakan D'Terong Inspirasi. Tidak ingin hanya berisi konten hiburan berupa musik dan joget, tapi D'Terong yang memiliki rating pemirsa cukup tinggi ini ingin memberi secercah inspirasi di ujung tiap acaranya. Biasanya juga sebelum atau setelah sesi inspirasi,a da ustadz yang memberikan tausiyah.
Program D'Terong ini termasuk acara maraton yang luar biasa durasinya. Karena dibawakan dengan spontan oleh para presenter kocaknya, jadi terkadang waktu tiap sesi yang dijadwalkan agar sedikit berubah. Ada kira-kira 5 jam kami menunggu setelah dijemput oleh mobil Indosiar berlogo Dangdut Academy yang barusampai di studio Indosiar persis pas maghrib. Setelah buka puasa kami menunggu di mushola kecil yang ada di lantai dua studio. Meski harus menunggu lama karena sesi kami ada di akhir acara, tapi tak mengapa karena pihak panitia menyediakan makan malam dan kami dapat menunggu di mushola sehingga tak ketinggalan solat tarawih dan santai-santai sambil minum kopi.
Terima kasih kepada Indosiar yang telah memberirkan kesempatan untuk kami, dan semoga sedikit bincang-bincang dengan Kartunet dapat menyajikan inspirasi tersendiri bagi masyarakat. Apabila kamu ketinggalan menonton versi live penampilan kami di D'Terong 14 Juli 2014 kemarin, silakan nonton rekamannya di Youtube yang di-embed pada postingan ini. Terima kasih dan terus dukung Kartunet ya :)
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.