Kanker dapat disembuhkan selama tidak merusak organ yang penting dimana sel kanker dapat dimatikan dan organ yang terkena masih dapat berfungsi baik.
Untuk menyembuhkan kanker, ada beberapa cara. Disini, saya akan membahas mengenai ECCT.
ECCT adalah akronim dari Electro Capacitive Cancer Treatment yang diperkenalkan oleh Warsito P Taruno yang merupakan seorang ahli Fisika dari Universitas Indonesia yang merupakan doktor lulusan Shizuoka University Jepang.
Metode ECCT ini diklaim sebagai cara yang murah, biaya sudah termasuk riset pengembangan 30%, 70% operasional.
EECT menggunakan sumber daya yang rendah yakni hanya dengan baterai 3 volt yang bisa digunakan untuk melihat otak termasuk aktivitas otak dan pikiran manusia, mendeteksi kanker (helm untuk kanker otak, rompi untuk kanker payudara, celana untuk kanker prostat dan kanker mulut rahim), menganggu sel kanker supaya mati.
Alat ini sudah diujikan pada kakaknya Warsito yang terkena kanker payudara stadium empat, dan sudah sehat.
Metode ini dapat mencapai kondisi sembuh sekitar 40-50% dengan tingkat penyembuhan 90%.
Sumber : Iptek Khazanah, Republika, Kamis, 22 Mei 2014 halaman 28.
ECCT untuk menyembuhkan kanker
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 6 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Ikhtiar
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Solusi Jemput Bola dengan 'Guru Kunjung' dan Kejar Paket bagi Anak Disabilitas di Pelosok Negeri
Jarak dan hambatan fisik bukan lagi halangan bagi anak disabilitas untuk belajar! Pelajari solusi terbaru Kemendikdasmen melalui program Kejar Paket Inklusif dan metode "Guru Kunjung" (Home Visit) yang menjemput bola pendidikan langsung ke rumah anak disabilitas.
Mewujudkan '7 Pilar Akomodasi Layak' Lewat Modifikasi Kurikulum di Sekolah Inklusif
Menerima siswa disabilitas saja tidak cukup! Pelajari bagaimana sekolah inklusif wajib mewujudkan 7 Pilar Akomodasi Layak melalui strategi modifikasi kurikulum seperti eskalasi, simplikasi, hingga substitusi agar pembelajaran benar-benar tepat sasaran.