ECCT untuk menyembuhkan kanker
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Ikhtiar
Kanker dapat disembuhkan selama tidak merusak organ yang penting dimana sel kanker dapat dimatikan dan organ yang terkena masih dapat berfungsi baik.
Untuk menyembuhkan kanker, ada beberapa cara. Disini, saya akan membahas mengenai ECCT.
ECCT adalah akronim dari Electro Capacitive Cancer Treatment yang diperkenalkan oleh Warsito P Taruno yang merupakan seorang ahli Fisika dari Universitas Indonesia yang merupakan doktor lulusan Shizuoka University Jepang.
Metode ECCT ini diklaim sebagai cara yang murah, biaya sudah termasuk riset pengembangan 30%, 70% operasional.
EECT menggunakan sumber daya yang rendah yakni hanya dengan baterai 3 volt yang bisa digunakan untuk melihat otak termasuk aktivitas otak dan pikiran manusia, mendeteksi kanker (helm untuk kanker otak, rompi untuk kanker payudara, celana untuk kanker prostat dan kanker mulut rahim), menganggu sel kanker supaya mati.
Alat ini sudah diujikan pada kakaknya Warsito yang terkena kanker payudara stadium empat, dan sudah sehat.
Metode ini dapat mencapai kondisi sembuh sekitar 40-50% dengan tingkat penyembuhan 90%.
Sumber : Iptek Khazanah, Republika, Kamis, 22 Mei 2014 halaman 28.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.