Demi Zakarya Ku rela mereguk getirnya asa Yang membunuhku dalam lara merasuk jiwa. Walau sepahit empedu meresap dalam rasa, Kan kuteguk hingga aku mati tak berdaya. Demi Zakarya Ku mau melangkah jauh Walau tertatih dan terseok Bak pengemis tua tanpa tongkat. Tapi kan kutapaki semua jalan penuh batu gerigi. Demi Zakarya Kutahan setiap luka yang mendera Walau relung hati tercabik harapan yang tak kunjung usai. Kurengkuh semuanya, walau tubuhku lunglai tak bertenaga Kudekap setiap pedih tuk jadi teman perjalanan. Demi Zakarya Kuhirup aroma udara yang pedas menyiksa Walau aku harus tersedak debu kesesakan dalam dada. Tetap aku bertahan dalam ilusi cinta Yang akan membawaku pada wangi bunga cinta di Surga. Demi Zakarya Kulewati setiap ngarai kehidupan Walau aku harus merangkak di antara tebing kepahitan. Di antara jurang keputusasaan yang menganga, Aku berjuang mendaki gunung harapan hingga puncak cinta. Demi Zakarya Kugenggam kepingan pasir cinta yang tak terurai Walau sulit dengan peluh yang bercucuran. Tapi kudekap ia dalam kalbu yang siap mengurung bayangnya Tuk kujadikan cinta di seluruh masaku yang hanya sesaat. Demi Zakarya Kulepaskan semua warna terang dalam benakku Tepiskan langit biru dari tidurku, Memilih kelamnya malam tuk sampai di dalam hatinya yang terang, Menjadi bulannya yang menyerap sinar mentarinya. Demi Zakarya Kusambangi setiap Pujangga tuk bertanya tentangnya, Tentang cinta yang tumbuh bak bunga di musim Semi Dengan sejuta puisi terukir dalam lembaran putih suci. Tertoreh di sana, abadi hingga waktuku telah berakhir. Demi Zakarya Aku terbang tanpa permadani dan sapu, Melewati dinginnya awan yang membekukan hati Bergemuruh angin menderu di telingaku. Walau menggigil, kan kutempuh hingga aku tiba dalam peluknya. Demi Zakarya Kutepiskan bara api yang menguasai, Kululuhkan ia dengan air mata cinta dan rindu yang membuncah Membanjiri hati, hingga bibirku bergetar mengharu biru Jeritku meneriakan namanya, Zakarya! Pemuda dambaan yang kutunggu di fajar pagi dan senja hari. Sosok yang kunanti dalam dekapan penuh kasih, Menanti kisah-kasih bersamanya Dalam lekupan yang menyatukan kami dalam ikatan sah.
Demi Zakarya
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 11 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik puisi.
✨ Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.
