1. Jaman pemilu, hari raya demokrasi, masi banyak yang berantem karena 'beda', perbedaan..masi pada sensi #key
2. Kenapa sih masi pada belom dewasa ngadepin perbedaan? Katanya bhineka tunggal ika, negeri banyak budaya, tapi masi sering 'ny(s)ara' #key
3. Coba deh, pada tanya balik ke diri masing masing. Mestinya perbedaan adalah rahmat?. Eits pasti ada yang berontak #key
4. Ok, beda itu beda budaya. Budaya yg luas mencakup 7 unsurnya dr yg paling dasar kepercayaan sampe permukaan kaya kesenian #key
5. Ada juga yg simpelnya yg cuma 3, yaitu iceburg analogy dg lapisannya dr atas berurut ke bawah : behaviour, norm, value #key
6. Yg sering berantem karena beda biasa ngeliat cuma lapisan atasnya aja ; behaviour. Tanpa cari tau value nya #key
7. Dalam salah satu agama, juga diajarin hal yg sama > akhlak, syariah, aqidah. Ini sebuah bangunan #key
8. Lebih simpelnya lg ya ada sebab akibat lah. Sebab value nya A maka behaviournya Axx. Cari tau A nya #key
9. Waktu ada beda, Jangan buru buru ngejudge sampe keluar fatwa sesat, seolah lo mahabenar #key
10. Judge ur judgement guys. Liat big picturenya. Kalo kata hoobastank ada the reason nya :-D #key
11. Kalo kata marcell, tuhan kita satu..kita yang tak sama :-) #key
12. Jadi perbedaan bisa jadi rahmat, ketika kita paham kalo perbedaan2 itu ibarat puzzle yg pnya iceburg #key
13. Sekian. Maap (indonesia) lahir batin. Selamet main puzzle di iceburg :-D #key
Culture iceburg
- Penulis
- budimanibnu@yahoo.com
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 4 kali dibaca
Kategori: Opini
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Reaksi Artikel
Bagikan respon Anda setelah membaca artikel ini.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
Artikel Paling Direkomendasikan Pembaca
Artikel terpopuler berdasarkan jumlah pembaca dan reaksi positif komunitas.

