Culture iceburg
- Penulis
- budimanibnu@yahoo.com
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 2 menit baca
- Jumlah pembaca
- 0 kali dibaca
Kategori: Opini
1. Jaman pemilu, hari raya demokrasi, masi banyak yang berantem karena 'beda', perbedaan..masi pada sensi #key
2. Kenapa sih masi pada belom dewasa ngadepin perbedaan? Katanya bhineka tunggal ika, negeri banyak budaya, tapi masi sering 'ny(s)ara' #key
3. Coba deh, pada tanya balik ke diri masing masing. Mestinya perbedaan adalah rahmat?. Eits pasti ada yang berontak #key
4. Ok, beda itu beda budaya. Budaya yg luas mencakup 7 unsurnya dr yg paling dasar kepercayaan sampe permukaan kaya kesenian #key
5. Ada juga yg simpelnya yg cuma 3, yaitu iceburg analogy dg lapisannya dr atas berurut ke bawah : behaviour, norm, value #key
6. Yg sering berantem karena beda biasa ngeliat cuma lapisan atasnya aja ; behaviour. Tanpa cari tau value nya #key
7. Dalam salah satu agama, juga diajarin hal yg sama > akhlak, syariah, aqidah. Ini sebuah bangunan #key
8. Lebih simpelnya lg ya ada sebab akibat lah. Sebab value nya A maka behaviournya Axx. Cari tau A nya #key
9. Waktu ada beda, Jangan buru buru ngejudge sampe keluar fatwa sesat, seolah lo mahabenar #key
10. Judge ur judgement guys. Liat big picturenya. Kalo kata hoobastank ada the reason nya :-D #key
11. Kalo kata marcell, tuhan kita satu..kita yang tak sama :-) #key
12. Jadi perbedaan bisa jadi rahmat, ketika kita paham kalo perbedaan2 itu ibarat puzzle yg pnya iceburg #key
13. Sekian. Maap (indonesia) lahir batin. Selamet main puzzle di iceburg :-D #key
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.