Dalam suasana yang sangat ramai, aku merenung seorang diri.
Aku benar-benar merasa asing sendiri.
Walaupun mereka semua, yang berkumpul di tempat ini.
Adalah kerabat, saudara, dan keluarga.
Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun.
Aku tidak pernah berjumpa dengan mereka, walau sekejap saja.
Karena keadaanku yang sering berada di tanah rantau, jarang singgah di rumah.
Sehingga, aku tidak mengenal suara mereka dan merasa asing.
Ketika mereka menyalamiku, aku membalasnya tanpa kata.
Aku hanya mampu menganggukkan kepala.
Ketika mereka satu persatu, berusaha menyapaku.
Ketika mereka mengajakku berbicara, aku hanya mengiyakan saja.
Tidak bertanya balik kepada mereka.
Karena, aku masih merasa asing dengan mereka.
Aku bukan hanya merasa asing saja.
Namun, perasaan bingung, dan canggung merasuk dalam hatiku.
Aku benar-benar tidak tahu, harus bagaimana menyambut mereka.
Soalnya, aku tidak akrab dengan mereka.
Walaupun segala perasaan masih setia bertahan di diriku.
Merasa asing, canggung bingung, masih bertahta di hatiku.
Aku tetap menghargai mereka, dan tidak melarikan diri ke manapun itu.
Aku tetap berada di tengah-tengah mereka, yang sudah bersedia berkunjung ke gubukku yang sederhana.
ASING
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 4 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Reaksi Artikel
Bagikan respon Anda setelah membaca artikel ini.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Suka artikelnya?
Bantu sebarkan agar makin banyak orang mendapatkan manfaatnya.
Artikel Terkait
Lembaran Kegelisahan Hari Ini, Kumpulan Puisi
Empat puisi dalam Lembaran Kegelisahan Hari Ini membedah dinamika batin manusia dari sudut yang berbeda. Menambang Teori menyoroti pencarian pengetahuan, Telinga yang Gelisah mempertanyakan cara memahami realitas, Paradox Berdikari mengulas ketangguhan dan kemandirian, sedangkan Menyimpan Senyumanmu merekam jejak kenangan yang memberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Merah Matahari #3
Tidak semua keraguan lahir dari kebohongan atau pertengkaran. Kadang, ia datang diam-diam lewat jeda yang terlalu panjang, suara yang terdengar berbeda, atau perasaan ganjil yang tak bisa dijelaskan. Dan malam itu, Senja mulai merasakannya.
Artikel Paling Direkomendasikan Pembaca
Artikel terpopuler berdasarkan jumlah pembaca dan reaksi positif komunitas.

