ASING
- Penulis
- linatunnisa
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 1 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Dalam suasana yang sangat ramai, aku merenung seorang diri.
Aku benar-benar merasa asing sendiri.
Walaupun mereka semua, yang berkumpul di tempat ini.
Adalah kerabat, saudara, dan keluarga.
Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun.
Aku tidak pernah berjumpa dengan mereka, walau sekejap saja.
Karena keadaanku yang sering berada di tanah rantau, jarang singgah di rumah.
Sehingga, aku tidak mengenal suara mereka dan merasa asing.
Ketika mereka menyalamiku, aku membalasnya tanpa kata.
Aku hanya mampu menganggukkan kepala.
Ketika mereka satu persatu, berusaha menyapaku.
Ketika mereka mengajakku berbicara, aku hanya mengiyakan saja.
Tidak bertanya balik kepada mereka.
Karena, aku masih merasa asing dengan mereka.
Aku bukan hanya merasa asing saja.
Namun, perasaan bingung, dan canggung merasuk dalam hatiku.
Aku benar-benar tidak tahu, harus bagaimana menyambut mereka.
Soalnya, aku tidak akrab dengan mereka.
Walaupun segala perasaan masih setia bertahan di diriku.
Merasa asing, canggung bingung, masih bertahta di hatiku.
Aku tetap menghargai mereka, dan tidak melarikan diri ke manapun itu.
Aku tetap berada di tengah-tengah mereka, yang sudah bersedia berkunjung ke gubukku yang sederhana.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.