Lompat ke Konten Utama

Akulah si Kerdil

Penulis
eka
Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
5 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Hariku pucat pasi karena kasih tak lagi mewarnai Harga diri terlucuti oleh sorot mata penuh diskriminasi Mimpiku mati suri tanpa kutahu kapan terbangun lagi Nyali pun bersembunyi lihat diri tak lagi punyai arti Aku nampak kerdil di antara hingar binger duniawi Tak tahu harus pergi atau tetap berdiam disini Kalimat itu tersaji kala kutanyai hati Namun tak berarti kubetah melebur dalam sunyi ini Ingin hati berdiri lalu melangkah pasti Berdendang lantunkan melodi bangunkan mimpi Menyulam serpihan malam menjadi pagi yang berseri Melarung kepedihan ke tengah lautan tak bertepi Namun apa yang terjadi? Inginku tadi tak terbukti Kaki tak mampu berlari bahkan tuk sekedar berdiri Takdir seakan mengikatku disini Membelengguku di ruang lembab tanpa terang penuhi isi Entah kapan ku kan menepi tuk temui arti hidup ini

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik puisi.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.