Tips aman melakukan curahan hati
- Penulis
- tyaseta
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 0 kali dibaca
Kategori: Info & Peluang
Tag: Psikologi sosial
Curahan hati perlu dilakukan, supaya emosi tidak disimpan sendiri. Namun, kita harus berhati-hati. Untuk itu, aku akan berikan sedikit tips aman untuk melakukan curahan hati (curhat).
1.Cari tipe-tipe yang cocok yakni pendengar, amanah untuk dijagai rahasia, pernah mengalami hal yang sama, bijaksana (http://www.blogkuaci.com/2014/05/tipe-tipe-orang-yang-cocok-dicurhatin.html#more),#
2.Selain itu kita harus memperhatikan bahasa dari yang dicurhatin.*
3.Bila ada penolakan pada orang yang di jadikan tempat curhat, berhentilah! karena bisa mengganggu kenyamanan bersama.
4.Cari tempat yang enak buat curhat bila orang sudah kurang memungkinkan.
5.Perhatikan SARA, dilarang keras merendahkan atau menyinggung ini, jadi ya saling menghormati dan menghargai sesama.
6.Mintalah bantuan moderator untuk menengahi curhat apabila memang masalah tidak dapat diselesaikan.
7.Doa kepada Tuhan, manusia bisa berusaha, tapi Tuhan yang menentukan.
Catatan :
Untuk nomor dua kita bisa melihat dari perkataan yang diucapkan apakah ditepati atau malah dibeberkan kembali yang istilahnya adalah mengadu atau malah bisa membomerang kita sendiri dengan bahasanya yang apa adanya atau ditambahin sesuai dengan persepsinya sendiri.
tambahan untuk # boleh ci kasih tahu bagi yang belum berpengalaman guna menambah pengetahuan dari pengalaman sendiri, berpikirlah secara objektif (bila kita terkena masalah, tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar).
Semoga bermanfaat.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Belajar dari Certificate of Visual Impairment untuk Tata Kelola Layanan Disabilitas di Inggris
Birokrasi layanan disabilitas di Indonesia masih rumit dan sering kali salah sasaran. Pelajari bagaimana sistem Certificate of Visual Impairment (CVI) di Inggris mengintegrasikan data rumah sakit langsung ke layanan sosial, dan mengapa sistem ini penting diadopsi untuk memperbaiki pendataan disabilitas (DTKS) di Indonesia.
Pentingnya Profesi Pendamping Klinik Mata (ECLO): Menjembatani Pasien Tunanetra dari Rumah Sakit ke Layanan Sosial
Setelah didiagnosa kehilangan penglihatan, pasien kerap bingung mencari rehabilitasi. Kenali profesi Eye Clinic Liaison Officer (ECLO) dari sistem CVI Inggris yang bertugas menjembatani medis dan layanan sosial, serta pentingnya adaptasi peran ini di rumah sakit Indonesia.