Lompat ke Konten Utama

Roman Hitam

Lugmano · · 1 menit baca

Kategori: KARFIKSI

Tag: puisi

gelombang menerpa daun telinga
mengurutkan kisah-kisah berwarna
emosi berluncuran kian terasa
amat menarik bagai burung berkicau bersama

 

hanya simak yang mengisi
berbagai drama hidup tertawakan dan tangisi
mencitrakan bentuk raga-raga yang tak sunyi
mencerap senandung pada memori yang terhuni

 

jantung tak ubahnya para insan yang terburu
hanya netra yang miliki hayal tentang pelangi ungu
namun hayat tetap berlompat dalam cerita yang berlaku
meraih nikmat akan takdir yang tak sempat memandang hal rancu

Tentang Penulis

Lugmano

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.