Puisi: Nyanyian Dewi Hutan
- Penulis
- nurulrahmah
- Tanggal terbit
- Estimasi waktu baca
- 1 menit baca
- Jumlah pembaca
- 5 kali dibaca
Kategori: KARFIKSI
Lihatlah bulan di atas sana,
Berkilau putih di atas kanopi yang rapat,
Sinarnya menimpa wajahmu yang indah,
Berpayung rambut perak yang memikat.
Kunyanyikan kidung untukmu, Dewa,
Karena aku adalah dewimu malam ini,
Dengarlah, wahai Dewaku!
Alunan rinduku yang memanggil namamu di setiap nada.
Oh, hatiku yang berdetak karenamu di pelukku,
Oh, tubuh indah yang kubingkai dalam tanganku,
Kukecup engkau sedalam kecupan laut pada karang,
Sedalam kanopi yang membungkus hutan.
Marilah, sayang!
Kau naungku, aku pijakmu.
Catatan: puisi ini menceritakan Elu Thingol dan Melian, antara seorang Elf Teleri dan seorang Maia.
Tentang Penulis
Bio penulis belum tersedia.
Komentar (0)
Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Artikel Terkait
Kehilangan Penglihatan, bukan Akhir dari Dunia
Kehilangan penglihatan sering memicu depresi dan hilangnya rasa percaya diri. Temukan bagaimana sistem CVI di Inggris memberikan dukungan psikologis bagi tunanetra, dan pelajari pentingnya pelatihan soft skills dalam memulihkan kemandirian serta mental penyandang disabilitas di Indonesia.
Mengenal Certificate of Visual Impairment (CVI), Paspor Tunanetra Akses Layanan Publik di Inggris
Pernahkah Anda mendengar Certificate of Visual Impairment (CVI)? Sistem asal Inggris ini menghubungkan diagnosa medis tunanetra langsung dengan jaminan layanan sosial dan perlindungan kerja. Temukan bagaimana prosedur, efisiensi anggaran, dan relevansinya untuk memperbaiki pendataan disabilitas di Indonesia.