Lompat ke Konten Utama

Puisi: Nyanyian Dewi Hutan

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
42 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Lihatlah bulan di atas sana, Berkilau putih di atas kanopi yang rapat, Sinarnya menimpa wajahmu yang indah, Berpayung rambut perak yang memikat. Kunyanyikan kidung untukmu, Dewa, Karena aku adalah dewimu malam ini, Dengarlah, wahai Dewaku! Alunan rinduku yang memanggil namamu di setiap nada. Oh, hatiku yang berdetak karenamu di pelukku, Oh, tubuh indah yang kubingkai dalam tanganku, Kukecup engkau sedalam kecupan laut pada karang, Sedalam kanopi yang membungkus hutan. Marilah, sayang! Kau naungku, aku pijakmu.   Catatan: puisi ini menceritakan Elu Thingol dan Melian, antara seorang Elf Teleri dan seorang Maia.

Telusuri juga tulisan menarik lainnya dalam topik puisi, karya sastra, dan fantasi.

Kontribusi Tulisan: Punya gagasan, cerita, atau pengalaman inspiratif seputar disabilitas dan inklusi? Kami sangat senang mempublikasikan karya Anda! Kirimkan tulisan Anda ke email redaksi@kartunet.com. Panduan pengiriman selengkapnya dapat Anda pelajari di halaman Panduan Menulis.

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.