Lompat ke Konten Utama

Puisi: Nyanyian Dewi Hutan

Tanggal terbit
Estimasi waktu baca
1 menit baca
Jumlah pembaca
5 kali dibaca
WhatsApp X

Kategori: KARFIKSI

Lihatlah bulan di atas sana,

Berkilau putih di atas kanopi yang rapat,

Sinarnya menimpa wajahmu yang indah,

Berpayung rambut perak yang memikat.

Kunyanyikan kidung untukmu, Dewa,

Karena aku adalah dewimu malam ini,

Dengarlah, wahai Dewaku!

Alunan rinduku yang memanggil namamu di setiap nada.

Oh, hatiku yang berdetak karenamu di pelukku,

Oh, tubuh indah yang kubingkai dalam tanganku,

Kukecup engkau sedalam kecupan laut pada karang,

Sedalam kanopi yang membungkus hutan.

Marilah, sayang!

Kau naungku, aku pijakmu.

 

Catatan: puisi ini menceritakan Elu Thingol dan Melian, antara seorang Elf Teleri dan seorang Maia.

Tentang Penulis

nurulrahmah

Bio penulis belum tersedia.

Komentar (0)

Bagikan pendapat Anda lewat kolom komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

  • Kehilangan Penglihatan, bukan Akhir dari Dunia

    Kehilangan penglihatan sering memicu depresi dan hilangnya rasa percaya diri. Temukan bagaimana sistem CVI di Inggris memberikan dukungan psikologis bagi tunanetra, dan pelajari pentingnya pelatihan soft skills dalam memulihkan kemandirian serta mental penyandang disabilitas di Indonesia.

    Dimas P. Muharam

Berlangganan Newsletter

Dapatkan info terbaru dari Kartunet langsung ke email Anda.

Kami hanya mengirim informasi penting dan Anda bisa berhenti kapan saja.